24/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

WNI Pemalsu Minuman Anggur di AS Akan Dideportasi ke Indonesia

2 min read
WNI Pemalsu Minuman Anggur di AS Akan Dideportasi ke Indonesia

LajuBerita – Seorang warga Indonesia (WNI), Rudy Kurniawan, yang melakukan pemalsuan minuman anggur dilaporkan telah menyelesaikan masa tahanan akibat kejahatannya pada 7 November lalu di sebuah penjara di negara bagian Texas, Amerika Serikat.

Rudy direncanakan akan dideportasi ke Indonesia, tetapi belum diketahui secara rinci kapan hal itu akan dilakukan. Informasi ini disampaikan oleh seorang pejabat Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Houston, Texas, Dian Ardhini Hapsari.

“Saat ini RK masih menjalani proses deportasi. KJRI Houston akan terus berkoordinasi dengan ICE (Badan Penegak Imigrasi dan Bea Cukai AS) terkait proses deportasi RK,” tulisnya melalui pesan singkat kepada lajuberita.news Senin (9/11).

Kendati sudah menyelesaikan masa tahanan, Dian mengatakan Rudy tidak serta merta bebas. Rudy akan terlebih dulu mendekam di rumah tahanan Imigrasi AS.

Baca Juga : AirAsia Mengeluarkan Produk Tiket Seharga Rp 1,5 Juta Bebas Terbang Berkali-kali.

“Apabila tahanan tersebut tidak memiliki paspor yang masih berlaku, ICE akan menghubungi Perwakilan negara asal tahanan untuk penerbitan paspor/SPLP,” kata Dian.

Sementara kuasa hukum Rudy, Jerome Mooney juga mengatakan bahwa pria yang saat ini berusia 44 tahun itu juga akan dibebaskan.

“Kami kira dia akan diserahkan kepada imigrasi untuk dideportasi dari negara ini. Kapan dan bagaimana kami belum tahu… Dengan situasi Rudy saat ini, akses untuk bertemu sangat terbatas,” kata Mooney.

Rudy dihukum 10 tahun penjara pada Juli 2014 setelah ditahan dua tahun sebelumnya atas tuduhan menjual paling tidak ribuan botol minuman anggur palsu dengan nilai setidaknya 20 juta doll AS (Rp 284,9 miliar).

Rudy pernah melakukan banding atas hukumannya ke pengadilan federal AS, tetapi ditolak. Pengadilan menolak argumen Rudy yang mengatakan bahwa penggeledahan yang dilakukan Biro Penyelidik Federal (FBI) dilakukan tanpa surat perintah dan melanggar haknya.

Kendati demikian, pengadilan mengizinkan Rudy untuk mengajukan permohonan untuk menyelesaikan 10 tahun hukuman di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.