28/02/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

WHO Secara Resmi Menyatakan Penularan Covid-19 Lewat Udara

2 min read
WHO Secara Resmi Menyatakan Penularan Covid-19 Lewat Udara

LajuBerita – Dua hari lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memaparkan beberapa bukti kemungkinan Covid-19 menular lewat udara atau airborne.

Kamis 9 Juli 2020, WHO resmi mengeluarkan pernyataan virus Covid-19 dapat bertahan lama di udara dalam ruang tertutup, hal ini dapat menyebabkan penyebaran dari satu orang ke orang lain.

Lewat rangkuman ilmiahnya WHO yang berjudul “Transmisi SARS-Cov-2: implikasi untuk langkah pencegahan” terbit pertama kali pada 29 Maret 2020, kemudian diperbaharui setelah adanya beberapa laporan terbaru mengenai kemungkinan penularan virus Corona SARS-CoV-2 bisa menular lewat udara.

Dalam pernyataan resmi tersebut, WHO mendefinisikan penularan melalui udara yang disebabkan oleh penyebaran aerosol (partikel udara) yang melayang di udara dalam jarak dan waktu yang lama.

Aerosol yaitu tetesan pernapasan yang sangat kecil sehingga dapat menempel di udara.

“Penyebaran melalui udara dapat terjadi saat petugas medis terlibat dalam prosedur tertentu yang menghasilkan aerosol,” tulis WHO dalam rangkuman ilmiahnya.

Baca Juga : Presiden Jokowi Mengungkapkan Krisis Saat Ini Lebih Parah Dibanding Krismon 1998.

Belakangan semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa ruangan tertutup dengan ventilasi buruk, menyebabkan virus dapat melayang tinggi selama berjam-jam dan dapat menginfeksi orang lain. Hal tersebut yang menyebabkan kejadian superspreader atau penyebaran luas.

Dalam deskripsi terbaru mengenai bagaimana virus ini menyebar seperti dilansir New York Times pada Kamis 9 Juli 2020 yang memaparkan tempat tertutup yang dapat menjadi tempat penularan Covid-19 di udara antara lain tempat ibadah, restoran, tempat kerja, klub malam atau tempat-tempat lain di mana orang berbicara, berteriak dan bernyanyi.

“Teori yang menunjukkan bahwa sejumlah droplet pernapasan dapat menghasilkan aerosol. Hal tersebut terjadi saat bernapas normal, menguap dan saat berbicara,” kata WHO.

Atas hal demikian, orang yang rentan bisa menghirup aerosol dan bisa terinfeksi jika aerosol itu mengandung virus dalam jumlah cukup untuk menyebabkan infeksi ke orang lain.

Namun hingga saat ini, WHO dan para ahli masih mencari tahu berapa proporsi droplet yang diembuskan saat menguap untuk menghasilkan aerosol.

Dosis virus SARS-CoV-2 dalam aerosol juga masih belum diketahui seberapa banyak untuk dapat menginfeksi orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.