23/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Warga Tak Terima Hasil Penerimaan CPNS, Bakar Kantor Disnaker Keerom

2 min read
Warga Tak Terima Hasil Penerimaan CPNS, Bakar Kantor Disnaker Keerom

LajuBerita – Warga yang diduga tidak terima dengan pengumuman penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018 di Kabupaten Keerom melakukan protes dan membakar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Keerom, Papua.

Saat di konformasi, Irwan yang merupakan Asisten III Setda Keerom membenarkan informasi tersebut.

“Pembakaran itu karena warga tidak terima tidak lulus CPNS,” kata Irwan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis 1 Oktiber 2020.

Pemerintah Kabupaten Keerom secara daring mengumumkan hasil penerimaan CPNS formasi 2018. Pengumunan tersebut tertunda selama 4 bulan karena terdapat beberapa masalah.

Irjen Paulus Waterpauw selaku Kapolda Papua menyesalkan penyerangan dan pembakaran kantor dinas di Kabupaten Keerom tersebut. Paulus pun menugaskan beberapa pejabat di Polda Papua guna membantu penyelesaian masalah di Kabupaten Keerom.

Baca Juga : 9 Kios Hangus Terbakar Karena Pasar Inpres Sintang Dilalap Sijago Merah.

“Ini akan segera disesalkan karena sesungguhnya hasil penerimaan CPNS tersebut 80% merupakan warga asli Papua,” kata Paulus saat dihubungi.

Warga tidak menerima karena masih ada beberapa formasi yang tidak diisi oleh masyarakat Papua.

“Untuk penerimaan dokter, perawat, guru yang membutuhkan kualifikasi tertentu tersebut yang mereka tidak terima, mereka berharap semuanya diisi oleh orang asli Papua,” kata dia.

Paulus mengatakan akan mencari para pelaku perusakan dan pembakaran Kantor Disnaker Keerom. Berdasarkan keterangan Kapolda, para pelaku sempat menyerang Polsek Arso Kota sebelum merusak kantor disnaker.

“Awalnya mereka melakukan pelemparan di Polres Keerom, namun masih bisa dipukul untuk mundur. Kemudian mereka melakukan upaya-upaya seperti merusak dan membakar,” terang Paulus.

Dari informasi yang didapat di lapangan, massa yang berjumlah sekitar 100 orang melakukan aksi sekitar pukul 16.45 WIT.

Aparat yang berada di lokasi kejadian tidak bisa membendung aksi massa karena kalah jumlah. Hingga kini ruas jalan menuju Arso Kota masih ditutup massa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.