23/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Virus Corona Baru Inggris Ditemukan Lebih Rentan Menyerang Anak-Anak

2 min read
Virus Corona Baru Inggris Ditemukan Lebih Rentan Menyerang Anak-Anak

Virus Corona Baru Inggris Ditemukan Lebih Rentan Menyerang Anak-Anak – Sebuah riset di Inggris tentang virus Corona baru lebih rentan menyerang anak-anak dan penyebarannya pun lebih cepat daripada virus Covid-19.

Berdasarkan hasil studi para peneliti di Imperial College London, mereka yang berusia di bawah 20 tahun lebih berisiko terinfeksi varian B117. Ini juga diidentifikasi dalam studi sebagai ‘Varian of Concern’ atau VOC.

“Komposisi usia dari kasus yang dilaporkan lebih besar terjadi pada usia di bawah 20 tahun, di antara VOC yang dilaporkan daripada kasus non-VOC,” jelas penelitian tersebut yang dikutip dari New York Post, Rabu (6/1/2021).

“Penelitian lebih lanjut sedang berlangsung spesifik dari setiap perubahan dalam bagaimana virus mempengaruhi kelompok usia ini,” lanjutnya.

Menurut penelitian tersebut, berbeda dengan virus Corona sebelumnya, B117 Ini lebih mungkin menginfeksi anak-anak. Ini diungkapkan Profesor Neil Ferguson

( Baca Juga : Seorang Ayah Di Dompu Perkosa Anak Tirinya Hingga Hamil 7 Bulan )

Profesor tersebut merupakan seorang ilmuwan dari Imperial College London sekaligus penulis pada Desember lalu.

Prof Ferguson saat itu mengingatkan pada analisis awal, virus itu menunjukkan memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menginfeksi anak-anak.

“Jika itu benar, maka ini mungkin menjelaskan proporsi yang signifikan, bahkan mungkin dari sebagian besar peningkatan penularan yang terlihat,” imbuhnya.

“Berdasarkan analisis beberapa pekan terakhir varian baru B117 ini memiliki transmisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan virus SARS-CoV-2 sebelumnya yang beredar di Inggris,” jelas Prof Ferguson.

Menurutnya, hal ini akan membuat pengendalian virus lebih sulit dan semakin menekan pentingnya vaksinasi secepatnya.

“Semua virus berevolusi, dan sangat jarang virus berubah dengan cara yang mengharuskan kami mengevaluasi ulang kebijakan kesehatan masyarakat,” ujar ilmuwan di Imperial College London, Dr Erik Volz.

“Kami menemukan banyak bukti tentang perubahan transmisi varian B117 yang harus dipertimbangkan saat merencanakan respons COVID-19 di tahun ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.