25/02/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Untuk Mengetahui Siapa Penghianat di Dekatnya, Kim Jong Un Sengaja Palsukan Kematiannya

2 min read

Laju Berita – Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un dikabarkan sengaja memalsukan kematiannya untuk mengetahui siapa penghianat di dekatnya yang berkeinginan mengambil alih kekuasaan jika ia meninggal dunia.

Seperti yang diketahui, selama 3 minggu Kim menghilang dari media pemerintahan dan memicu desas-desus tentang kesehatan dan keberadaannya. Desas-desus itu kemudian dilunturkan pada Sabtu 2 Mei 2020 saat media Korut menerbitkan foto dan video Kim tengah menghadiri acara pemotongan pita atas peresmian pabrik pupuk.

Kim sekarang mungkin saja akan menggunakan hasil dari respon kehilangannya untuk mulai membersihkan orang-orang yang diyakininya berkomplot untuk mengambil alih kekuasaan Korut. Kemunculannya sekaligus merusak kredibilitas para pembelot yang mengatakan Kim dalam keadaan kritis bahkan telah meninggal dunia.

Sebelumnya sempat diberitakan 2 orang pembelot Korut telah meminta maaf karena telah memberikan kabar yang salah mengenai kesehatan Kim Jong Un.

BACA JUGA : TEKNO, Tepat di Hari Ini Selamat Hari Waisak Bergema di Twitter

Seorang pembelot yang mengeluarkan permintaan maaf adalah Thae Yong-ho mantan wakil duta besar untuk Inggris. Ia merupakan satu dari dua pembelot terpilih untuk parlemen Korut bulan lalu.

“Salah satu alasan mengapa banyak dari Anda memilih saya sebagai anggota parlemen yang saya sadari adalah harapan akan analisis dan proyeksi yang akurat tentang masalah Korea Utara” kata Thae dalam sebuah pernyataan.

Thae juga menyampaikan kalau ia merasakan adanya kesalahan dan hal tersebut menjadi tanggung jawab berat baginya.

Pembelot lain yang terpilih di parlemen untuk oposisi adalah Ji Seong-ho yang mengatakan kalau ia yakin 99% Kim Jong Un telah meninggal setelah melakukan operasi kardiovaskular. Ia menyebutkan untuk pengumuman resminya akan datang secepatnya menyusul pada hari Sabtu.

Ji Seong-ho mengatakan kalau dirinya mendapatkan informasi tentang kematian Kim Jong Un dari sumber yang tidak bisa ia ungkapkan pada Jumat 1 Mei 2020.

Partai Demokrat yang berkuasa di Korut pun lalu mengkritik kedua pembelot itu atas kecerobohannya. Bahkan salah satu anggota partai mendesak agar para pembelot tersebut segera di keluarkan dari Komite Intelejen dan Pertahanan.

Sementara anggota partai yang lain mengatakan kalau para pembelot itu juga berkontribusi meski hanya sedikit bagi masyarakat Korea Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.