22/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Tompi Luapkan kekesalan, Kantor Kosong Kena Tagihan Listrik Tinggi

2 min read

Laju Berita – Kontoversi kenaikan listrik yang telah di jawab oleh Kementerian BUMN tak menghentikan keluhan masyarak terhadap PLN. Salah satu pelanggan PLN yang meradang ketika mendapat tagihan listrik untuk kantornya yaitu Penyanyi yang juga berprofesi sebagai Dokter yaitu Tompi. Tompo meradang setelah mendapatkan tagihan listrik untuk kantornya dengan angka yang amat besar.

Tompi meluapkan kekesalannya lewat media sosial pribadinya karena tidak pernah mendapatkan informasi apapun dari PLN.

“TAGIHAN PLN MENGGILA! Ini dari PLN kagak ada konfirmasi-konfirmasi main sikat aja,” tulis Tompi di akun Twitter pribadinya pada Rabu, 10 Juni 2020.

Atas keluhan Tompi tersebut langsung mendapatkan respon dari akun resmi PLN dalam waktu kurang dari dua jam.

“Mohon Maaf atas kendala yang dialami saat ini ya Kak, agar admin dapat melakukan pengecekan dapat dibantu Id pelanggannya via DM ya,” tulis admin Twitter PLN.

BACA JUGA : Tersandung Narkoba, Nunung Diajak Menjadi Duta Anti Narkoba

Jawaban dari PLN tersebut kemudian dibalas oleh Tompi. Keluhan ini, menurut Tompi bukan tanpa alasan. Tompi heran kantornya yang sudah tidak beroperasi selama 3 bulan itu memiliki tagihan dengan angka fantastis.

“Besok saya kirim ya. Itu kantor kosong gak dipake karena hampir 3 bulan tutup,” tulis Tompi.

Tompi akhirnya bertemu dengan petugas lapangan PLN pada siang harinya. Mereka menjelaskan kepada Tompi hal-hal yang seharusnya dijelaskan di awal pada saat mulai berlangganan. Ternyata tagihan listriknya itu merupakan tarif minimum yang memang harus dibayar walaupun tidak ada pemakaian.

BACA JUGA : Tersandung Narkoba, Nunung Diajak Menjadi Duta Anti Narkoba

“Pada tahu gak, kalau PLN itu ternyata : ada tarif minimum yang harus dibayarkan meski gak ada pemakaian (kecuali sistem prepaid / token isi ulang). Nah kasus inilah yang saya alami ternyata harus bayar 2.1 juta per bulan meski gak dipake. Yang disayangkan adalah hal-hal seperti ini ‘kurang terinfokan’ dari awal,” tulis Tompi di Twitter pada Kamis, 11 Juni 2020.

Menurut Tompi, PLN perlu memperbaiki diri terkait, terutama menginformasikan kepada masyarakat mengenai hak dan kewajibannya sehingga tidak menjadi kesalahpahaman ketika ada kasus salah hitung.

“Untuk kasus saya kemarin : yang satu salah hitung, satunya ternyata kena minimum bayar 2.1 juta per bulan meski tempat tutup. Meski ada mekanisme kompensasi, namun selama ini tidak terinformasikan dengan baik,” tulisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.