01/03/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

TikTok Resmi Berhenti Beroperasi di India

2 min read
TikTok Resmi Berhenti Beroperasi di India

TikTok Resmi Berhenti Beroperasi di India

Laju Berita – ByteDance sebagai perusahaan induk TikTok yang mengumumkan telah memangkas sekitar 2.000 pekerjanya yang ada di India. Informasi ini juga diketahui dari memo internal perusahaan yang disebar belum lama ini.

Dikutip dari Reuters, keputusan ini juga diambil setelah sejak beberapa bulan lalu, TikTok yang masuk daftar aplikasi terlarang di India. Perusahaan asal Tiongkok itu juga belum dapat memastikan kapan akan mereka kembali beroperasi di India.

“Kami awalnya juga berharap situasi ini tidak akan berlangsung lama…ternyata hal itu belum akan terjadi,” tulis memo internal perusahaan. Selain itu, ByteDance yang merasa tidak bisa mempertahankan staf yang ada.

Untuk diketahui, India yang baru saja mengumumkan telah memperpanjang larangan untuk 58 aplikasi asal Tiongkok, termasuk TikTok. Larangan ini ada menyusul adanya masalah soal kepatuhan dan privasi masing-masing layanan tersebut.

Di sisi lain, larangan ini yang juga tidak lepas dari imbas ketegangan politik antara India dan Tiongkok soal perbatasan. Sebelum pelarangan, India yang sebenarnya merupakan salah satu pasar terbesar TikTok dan ByteDance merencanakan untuk berinvetasi USD 1 miliar di negara ini.

Update Aplikasi TikTok Kamu Sekarang Juga, Data Pengguna Terancam

Sebelumnya, perusahaan keamanan Check Point Research yang menemukan celah keamanan pada TikTok, yang memungkinkan hacker menggunakan fitur ‘Pencari Teman’ untuk mencuri detail profil dan nomor telepon pengguna.

Baca Juga : 5 Serial Film Rekomendasi Yang Wajib Nonton Saat Waktu Luang

Kemudian, data pengguna itu yang dimanfaatkan untuk membangun basis data informasi yang dapat digunakan untuk serangan berbahaya.

Meski kerentanan tersebut yang telah diperbaikin, namun peneliti Check Point menyarankan bahwa pengguna untuk segera melakukan pembaruan atau update aplikasi TikTok ke versi terbaru.

“Kami mengimbau kepada pengguna TikTok untuk membagikan data pribadi seminimal mungkin. Perbarui sistem operasi dan juga aplikasi ke versi terbaru,” kata peneliti Check Point, sebagaimana diwartakan Engadget.

Mereka yang juga menjelaskan kerentanan tersebut memungkinkan penyerang untuk tidak membangun basis data detail pengguna TikTok dan nomor telepon masing-masing.

“Penyerang dengan tingkat informasi sensitif seperti itu dapat melakukan berbagai aktivitas berbahaya, seperti spear phishing atau tindakan kriminal lainnya,” ucapnya memungkaskan.

Komentar TikTok

TikTok juga mengatakan keamanan dan privasi pengguna adalah prioritas tertinggi mereka, dan berterima kasih atas temuan dari Check Point.

“Kami yang akan terus meningkatkan sistem keamanan kami, baik dengan terus memperbarui kemampuan internal seperti pertahanan otomatisasi dan juga bekerja dengan pihak ketiga,” kata juru bicara TikTok dalam keterangannya, sebagaimana dikutip dari Cnet.

Ini bukan kali pertama TikTok terlibat dalam masalah keamanan. Pada 2019, perusahaan juga digugat oleh pengguna di Amerika Serikat karena dituding menyebarkan data mereka ke pemerintah China.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.