19/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Tidak Tertib Protokol Kesehatan Surabaya, Sanksi Kerja Sosial

2 min read

Laju Berita – Sejumlah warga yang tidak tertib dengan protokol kesehatan di kota Surabaya . Seperti tidak menggunakan masker akan dikenai sanksi. Para pelanggar akan dihukum melakukan kerja sosial di Lingkungan Pondok Sosial Keputih.

Setidaknya ada 25 pelanggar yang terjaring operasi Satuan Polisi (satpol), Pamong Praja (PP) kota Surabaya. Mereka ditugaskan untuk membantu petugas Liponsos Keputih memberi makan orang dengan gangguan jiwa.

Kepala Satpo PP Surabaya , Eddy Christijanto menjelaskan razia gabungan ini bertujuan untuk menegakkan Perwali nomer 28 tahun 2020 tentang tantanan normal baru.

BACA JUGA : Mengaku Dukun, Pria Bertato ini Perkosa Janda Dalam Keadaan Mabuk

Ada 25 orang diamankan, karena tidak menggunakan masker dan tidak bawa KTP. Tadi pagi kita kirim langsung ke Liponsos. Sampai disana mereka membantu membersihkan sampah di lapangan.

Kali ini, razia menyasar dijalan protokol dan tempat keramaian, seperti jalan Tunjungan hingga Taman Bungkul Surabaya. Warga yang diketahui tidak memakai masker dan identitas diri langsung diamankan dan di kirim ke Liponsos Keputih.

Dia mengatakan 25 orang pelanggar protokol kesehatan tidak bermasker dan identitas diri ini semuanya adalah laki-laki. Kepada yang tidak memakai masker tapi membawa KTP akan disita selama 14 hari.

“Untuk yang tidak membawa KTP plus tidak pakai masker kita kirim ke Liponsos. Kalau yang tidak pakai masker tapi bawa KTP, KTP nya yang disita,” jelas Eddy.

BACA JUGA : Mengaku Dukun, Pria Bertato ini Perkosa Janda Dalam Keadaan Mabuk

Eddy berharap, melalui hukuman sosial ini dapat menggugah hati dan empati mereka bahwa menjaga protokol kesehatan sangatlah penting.

“Sehingga mereka akan lebih bisa menjaga kesehatannya dengan memakai masker dan mengkampanyekan kepada keluarganya, tetangganya, untuk selalu memakai masker demi kesehatan,” tuturnya.

Para pelanggar protokol kesehatan yang dikenai sanksi sosial ini, kata Eddy, rata-rata mengaku baru pertama kali mengunjungi Liponsos Keputih. Mereka pun mengaku empati dan terharu saat membantu petugas memberi makan ODGJ di Liponsos Keputih.

Pria yang pernah menjabat Kepala BPB dan Linmas Surabaya ini pun berharap, hukuman sanksi sosial kepada pelanggar protokol kesehatan ini, dapat menjadi pengalaman hidup berharga bagi pelanggar.

Sehingga mereka kemudian menceritakan pengalamannya itu kepada teman, kerabat, maupun keluarganya agar mematuhi protokol kesehatan.

“Mereka menyampaikan tidak akan mengulangi lagi dan kapok. Kalau mereka masih melanggar lagi akan kita hukum lagi seperti itu. Tujuan kita kan edukasi wisata sosial, karena wisata tidak harus ke pantai tapi juga ke tempat-tempat orang seperti ini akan lebih mengena ke hati mereka,” pungkas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.