24/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Tak Puas Pelayanan Minta Tips Gede, Terapis Mati Ditikam Mahasiswa

2 min read

Laju Berita – Warga Lakarsantri, Surabaya dikejutkan dengan petugas dengan APD yang masuk ke rumah nomor 20. Dalam rumah kontrakan yang ditinggali oleh Widiyaningsih dan dua anaknya itu, Petugas membawa keluar kantong jenazah.

Rupanya terjadi pembunuhan dirumah tersebut dan ditemukan mayat seorang wanita didalam kardus bekas lemari es. Pelaku sendiri yakni M Yusrin Firlangga (18), Anak sulung dari Widiyaningsih.

Yang menjadi korban pembunuhan yakni Octavia Widiyawati alias Monik (33) warga Jalan Ciliwung, Surabaya. Dan pekerjaan Monik adalah seorang terapis panggilan.

“Kami mendapatkan laporan bahwa adanya pembunuhan dan langsung kita mengecek ke TKP bersama Polres dan Polsek. Dan tak kurang dari 1×24 jam kami langsung mengamankan pelaku berinisial YF,” Ujar Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo.

BACA JUGA : Karier Yang Berbeda Dari 5 Mantan Perserta Idola Cilik

Hartoyo menjelaskan pelaku memesan korban lewat dari aplikasi media sosial untuk pelayanan pijat plus. Dan tarif yang disepakati yakni Rp 950 ribu untuk layanan pijat 1,5 jam.

Saat pijat mencapai menit 40. Pelaku sudah menyudahi dan meminta layanan plus, Tapi layanan plus yang diberikan korban tidak sesuai dengan keinginan pelaku.

Pelaku yang tambah kesal karena tiba-tiba diminta tip sebesar Rp 300 ribu. Dan pelaku marah karena korban memaksa saat meminta tipnya dan akhirnya mereka pun cekcok.

BACA JUGA : Karier Yang Berbeda Dari 5 Mantan Perserta Idola Cilik

Karena korban mengancam akan berteriak agar para tetangga pelaku tahu, Korban juga menyulutkan jari pelaku dengan korek api, Dengan sponton pelaku menutup mulut korban dan mengambil pisau didalam tas lalu ditikamnya sebanyak empat kali di bagian leher korban.

Tahu akan korban sudah tewas, Pelaku yang masih mahasiswa semester dua ini mencoba menghilangkan barang bukti dengan membakar korban dengan kompor, Tapi usaha pelaku sia-sia, Kemudian pelaku memasukan korban kedalam kardus bekas lemari es.

Kebesokan harinya pelaku kabur ke rumah bibinya di Ngoro, Mojokerto. Pelaku mengaku telah menghilangkan nyawa orang yang membuat bibinya membuat laporan polisi dan berakhir dengan pengamanan.

“Sesampai di Polsek pelaku mengakui perbuatannya dan mengaku pertama kali membooking korban, Dan uang untuk memesan dari uang SPP,” jelas pelaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.