28/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Setubuhi Pelajar 14 Tahun, Remaja 16 Tahun Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

2 min read
Setubuhi Pelajar 14 Tahun, Remaja 16 Tahun Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

LajuBerita – Seorang remaja berinisial FR (16) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diduga melakukan kasus persetubuhan dengan seorang perempuan berinisial NK (14).

FR terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun akibatnya seorang perempuan tersebut masih di bawah umur atau berstatus pelajar.

Kasus dugaan persetubuhan ini terungkap berkat laporan keluarga korban, Isro (26), warga Kedungbanteng, Banyumas, pada 12 Juni 2020.

Kata Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas Komisaris Besar Polisi Whisnu Caraka melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Polisi Berry di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (18/6).

Dia mengatakan, kasus dugaan persetubuhan tersebut berawal dari perkenalan pelaku FR dengan korban NK melalui media sosial Facebook.

Kemudian pada Selasa (9/6), sekitar pukul 12.00 WIB, korban berpamitan kepada Isro jika akan pergi ke rumah teman, namun hingga sore tidak kunjung pulang.

Oleh karena itu, Isro bertanya kepada RZ yang diketahui mengantarkan korban dan mendapatkan informasi jika NK dijemput oleh FR.

Baca Juga : Akibat Tidak Mampu Bayar Swab, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya.

Ditunggu hingga malam NK tidak kunjung pulang, sehingga Isro mencarinya ke rumah FR di Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Banyumas, namun tidak bertemu.

Hingga p akhirnya pada hari Kamis (11/6), Malam Isro berhasil menemukan korban NK bersama terduga pelaku FR.

Saat ditanya Isro tentang apa saja yang dilakukan FR terhadap korban, NK mengatakan jika dirinya telah disetubuhi.

Setelah mendengar jawaban tersebut, Isro langsung membawa FR ke Markas Kepolisian Sektor Patikraja dan selanjutnya diserahkan ke Polresta Banyumas pada Jumat (12/6).

“Pelaku FR telah kami amankan di Mapolresta Banyumas bersama sejumlah barang bukti,” Ucap Kasatreskrim AKP Berry.

Dia mengatakan, FR bakal dijerat dengan pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan demikian, FR terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda maksimal Rp 5 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.