19/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Setelah Blunder, Anies Akhirnya Kembalikan Frekuensi Transportasi Umum, Akan Tetapi Penumpang Dibatasi

2 min read
Setelah Blunder, Anies Akhirnya Kembalikan Frekuensi Transportasi Umum, Akan Tetapi Penumpang Dibatasi

LajuBerita – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan penyesalannya dan akan kembalikan jumlah kendaraan umum dengan frekuensi tinggi.

Dari kebijakan itu, Anies mengakui bahwa akan menyusul arahan Presiden Jokowi agar transportasi publik tetap harus untuk disediakan.

“Sesuai arahan Presiden terkait penyelenggaraan kendaraan umum massal untuk masyarakat, maka kami kembali menyelenggarakan dengan frekuensi tinggi untuk penyelenggaraan kendaraan umum di Jakarta,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Kendati demikian, Anies juga mengatakan Pemprov DKI akan tetap melakukan social distancing atau dikenal sebagai pencegahan penularan virus Corona dengan hati-hati.

Eks Mendikbud itu bersikukuh mengatakan salah satu opsinya adalah membatasi jumlah antrean di dalam halte dan di dalam stasiun dengan sangat wajib.

Baca Juga : Mobil Goyang di Bandara, Rupanya Dokter dan Suster Praktek Biologi.

“Untuk pembatasan jumlah penumpang, tetap akan dibatasi per bus dan per gerbong di setiap kendaraan yang sedang beroperasi di bawah Pemprov DKI. Tentu juga ada keterlibatan pembatasan jumlah antrean di halte dan antrean di dalam stasiun,” ujarnya.

Pernyataan ini tentu disebut oleh Anies setelah selesai diskusi dari para ahli, antrean di luar ruangan yang juga mengurangi tingkat risiko penularan virus dibanding di dalam ruang. Karena itu, sementara akan ada pembatasan penumpang dan jumlah antrean.

“Saya tegaskan sekali lagi, tujuannya jelas untuk mengurangi risiko penularan. Semua ini pasti punya konsekuensi bahwa antrean akan lebih banyak di luar halte dan juga stasiun, antrean di ruang terbuka, dari diskusi dengan beberapa ahli, tidak lupa mengurangi tingkat risiko penularan, daripada antrean dan kedapatan di ruang tertutup. Untuk itu, pembatasan jumlah penumpang per gerbong dan per bus menjadi penting untuk memastikan bahwa jarak fisik antara penumpang dengan penumpang lain baik saat menuju maupun selama dalam kendaraan umum tetap terjaga,” kata Anies.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.