19/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Seorang Wanita Pengangguran Gelapkan Uang Arisan Online Capai Rp400 Juta

2 min read
Seorang Wanita Pengangguran Gelapkan Uang Arisan Online Capai Rp400 Juta

Laju Berita – Seorang wanita pengangguran, Lusi Tania (24) ditangkap polisi lantaran melakukan penipuan dan penggelapan uang arisan online mencapai Rp400 juta. Korbannya sekitar 40 orang yang terdiri dari berbagai kalangan.

Kasatreskrim Polres OKU Selatan AKP Apromiko mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah salah satu korban mendapat informasi tersangka tak lagi diketahui keberadaannya awal November 2020. Korban baru saja menyetor uang arisan sebesar Rp7,3 juta dan sudah tersetor total Rp55,2 juta.

“Karena mencurigakan, korban melapor ke polisi dan benar terjadi penipuan dan penggelapan uang arisan oleh tersangka,” ungkap Apromiko, Selasa (8/12).

Pelaku ditangkap di rumahnya di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Muara Dua, Ogan Komering Uku (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, Senin (7/12). Dia sebelumnya sempat kabur ke pulau Jawa setelah dipolisikan para korban.

Baca Juga : Pria Filipina Di Taiwan Kena Denda Rp 49 Juta, Karena Nekat Keluar Kamar Ketika Dikarantina

Adapun motif yang dilakukan wanita pengangguran itu adalah menawarkan arisan secara online kepada korban terdiri dari kalangan ibu rumah tangga, pegawai negara sipil (PNS), tenaga kesehatan, dan lainnya.

Uang yang terkumpul digunakannya untuk kebutuhan sehari-hari dan menutupi kekurangan bayar kepada anggota yang mendapat giliran, dia membuat arisan baru.

“Begitu duitnya habis karena dipakai, tersangka bikin arisan baru, begitu seterusnya. Ujung-ujungnya membengkak dan tidak mampu membayar lagi,” kata dia.

Lantaran korbannya yang melapor cukup banyak, kata dia, pemeriksaan dilakukan secara maraton. Tersangka sendiri mengakui perbuatannya karena tak mampu lagi membayar.

“Memang ada anggotanya yang sudah mendapat arisan, sudah dibayar. Tetapi kebanyakan tidak dibayarkan karena sudah habis dibelanjakannya,” ujarnya.

Tersangka dikenakan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman empat tahun penjara. Barang bukti diamankan 10 lembar struk rekening Bank BNI, 4 lembar foto copy rekening koran, 2 lembar screenshoot status WhatsApp, 2 buku rekap arisan, dan 5 lembar kuwitansi pembayaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.