28/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Seorang Guru SMK di Riau Terlibat Jual Beli Gading Gajah

2 min read

Laju Berita – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau telah menangkap tiga pelaku yang terlibat jual beli gading gajah Sumatera. Salah satu di antaranya merupakan guru SMK.

“Tiga orang tersangka penjualan gading gajah yakni YP (52), YS (52) dan WG (56). Mereka juga rencananya akan jual beli sepasang gading gajah seharga Rp 100 juta,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Andri Sudarmadi.

Andri juga menyebutkan, tersangka merupakan seorang guru SMK dan berstatus Pegawai Negeri Sipil di Provinsi Jambi. Polisi pun kemudian berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

“Barang bukti yang di dapat dari mereka berupa sepasang gading gajah masing-masing berukuran 80 sentimeter,” tegas Andri.

BACA JUGA : Vanessa Angel Terima Vonis Pidana Dan Tidak Mengajukan Banding

Mereka bertiga ditangkap saat akan transaksi sepasang gading gajah di jalan lintas di Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, pukul 11.00 WIB.

“Gading gajah itu milik YP dan akan dijual seharga Rp 100 juta kepada WG melalui perantara YS,” ucap Andri.

Awalnya, polisi mendapat informasi akan ada jual beli gading gajah. Lalu anggota Ditreskrimsus Polda Riau yang mengetahui informasi itu akan adanya perdagangan gading gajah langsung melakukan penyelidikan.

Begitu tiba di lokasi, yaitu di Kecamatan Kuantan Tengah, tim menyetop mobil pelaku. Lalu polisi melakukan penggeledahan menemukan sepasang gading gajah.

Kepada polisi, tersangka YP mengakui perbuatannya. Dia mendapat sepasang gading gajah itu di Jambi.

BACA JUGA : Vanessa Angel Terima Vonis Pidana Dan Tidak Mengajukan Banding

YP juga menawarkan gading gajah ke warga Kuantan Singingi, yakni WG. Kemudian, YP berangkat dari Jambi ke Kuantan Singingi bersama perantara YS. Kedua gading gajah itu sudah dimodifikasi, seperti diukir dan di dalam gading dimasukkan semen oleh tersangka.

“YP sengaja mengukir dan memasukkan semen ke dalam gading gajah untuk mengelabui pembelinya agar terjual lebih mahal. Dikasih semen di dalamnya kan gading jadi berat, sehingga pembeli menyangka gading itu padu semuanya,” jelasnya.

YP mengaku sudah menyimpan gading gajah itu sejak lama. Namun, dia baru menemukan pembeli yang tepat.

“Ketiga tersangka itu dijerat dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dengan penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp 100 juta,” pungkas perwira menengah jebolan Akpol 1995 itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.