23/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Semprot Disinfektan ke Rumah Ibadah Dan Pasar, PMI Juga Menghimbau Masyarakat Bergerak

2 min read
Semprot Disinfektan ke Rumah Ibadah Dan Pasar, PMI Juga Menghimbau Masyarakat Bergerak

LajuBerita – Palang Merah Indonesia (PMI) tengah melakukan aksi penyemprotan disinfektan secara massal di 6.839 titik di wilayah Indonesia.

Penyemprotan itu dilakukan demi mencegah penyebaran Virus Corona atau disebut COVID-19. Setidkanya akan dilakukan di 131 kabupaten/kota di 26 provinsi.

Kegiatan pencegahan ini difokuskan di area seperti rumah-rumah ibadah, sekolah, pasar, perkantoran, dan gedung pemerintahan.

“PMI fokus untuk membantu masyarakat di bidang mitigasi dan mencegah agar tidak terjadinya penularan. Penyemprotan disinfektan dilakukan demi menghambat penularan COVID-19. Kami berharap agar seluruh masyarakat Indonesia dapat mengikuti kegiatan ini,” kata Ketua Umum PMI Jusuf Kalla pada keterangannya, Minggu (29/3/2020).

Sebagai episentrum penyebaran COVID-19, DKI Jakarta menjadi target utama penyemprotan disinfektan massal ini, yakni sebanyak 600 titik penyemprotan tiap harinya.

Baca Juga : Italia Perpanjang Penutupan Sekolah Dikarenakan Corona Terus Meluas.

Dari data PMI, sejauh ini sudah ada 1.500 titik di wilayah Jakarta yang telah disemprot disinfektan.

PMI juga telah mengirimkan 10 unit motor roda tiga serta alat pelindung diri (APD) untuk mendukung upaya penyemprotan disinfektan massal di Jakarta.

Lebih lanjut, PMI saat ini juga telah membuat gudang darurat untuk penanganan virus corona di Indonesia guna menampung berbagai sarana dan prasarana.

Setidaknya ada 120 unit mobil tangki air yang sudah disulap menjadi kendaraan penyemprotan disinfektan. Lalu ditambahkan 230 unit kendaran pick up, dan juga peralatan penyemprotan serta cairan disinfektan.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut jumlah kasus positif di wilayahnya ada sebanyak 603 kasus.

“Sudah 603 kasus, dengan 62 orang yang meninggal dunia. Terdata bahwa dari 603 kasus positif, ada 61 tenaga medis yang juga terpapart di 26 rumah sakit di Jakarta,” kata Anies dalam jumpa pers yang disiarkan akun Youtube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (28/3).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.