30/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Sekolah Libur Akibat Pandemi Corona, KPAI Sebut Guru Membuat Siswa Stres Dengan Beri Tugas yang Menumpuk!

2 min read
Sekolah Libur Akibat Pandemi Corona, KPAI Sebut Guru Membuat Siswa Stres Dengan Beri Tugas yang Menumpuk!

LajuBerita – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah meminta kepada pemerintah pusat dan daerah untuk bisa mengevaluasi sistem belajar.

Dimana seperti yang banyak dikeluhkan oleh para murid, sekolah telah diliburkan akibat pandemi virus Corona (Covid-19), namun tugas belajar semakin merebak.

Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti menilai sistem belajar di rumah yang diterapkan sekolah tidak efektif karena belum ada pemahaman yang baik oleh para guru. Sebab selama kebijakan belajar dari rumah, banyak guru malah memberikan tugas-tugas sampai menumpuk yang berujung para siswa menjadi stres.

“KPAI telah menerima pengaduan sejumlah orangtua siswa yang mengeluhkan anak-anak mereka malah stres karena mendapatkan berbagai tugas setiap hari dari para gurunya,” tuturnya melalui keterangan pers yang diterima LajuBerita.news, Rabu (8/4).

Dia juga sudah menduga bahwa akan kebanyakan guru pasti mengartikan belajar di rumah dengan memberikan tugas secara banyak dan bertambah.

Hingga pada akhirnya tugas yang diberikan selama 14 hari belahar di rumah menumpuk. Membuat para siswa menjadi kwalahan dalam mengejarkan tugasnya.

“Karena semua guru bidang studi memberikan tugas yang butuh dikerjakan lebih dari 1 jam. Akibatnya, tugas makin menumpuk-numpuk, anak-anak jadi kelelahan,” ujarnya.

Padahal, kata Retno, seharusnya guru memberikan aktivitas yang merangsang otak siswa agar rutin belajar. Sehingga ketika kembali masuk ke sekolah, siswa tidak tertinggal dan tetap semangat.

“Jadi ritmenya bisa diatur bukan malah membuat anak tertekan, perasaaan tertekan dan kelelahan justru dapat berdampak pada penurunan imun pada tubuh anak,” pungkasnya.

Baca Juga : Miss England Rela gantungkan Mahkota dan Mengabdikan Diri Menjadi Dokter.

Lebih lanjut Retno menduga hal ini terjadi karena Dinas Pendidikan setempat tidak memberikan edukasi yang maksimal terkait sistem belajar di rumah sebelum memutuskan merumahkan siswa.

Sudah meliputi persiapan yang cukup baik, maka melakukan teknis kegiatan belajar dirumah tidak hanya dengan pemberian tugas. Seperti yang seharusnya, guru tidak memberikan tugas bersamaan hingga tidak ada yang menumpuk.

Tugas yang diberikan juga tidak harus terpaku pada bentuk soal. Tapi bisa dengan menyuruh siswa membaca buku cerita, dan melaporkan kembali hasil bacaannya.

Untuk itu, KPAI mendorong agar Dinas Pendidikan setempat dan kepala sekolah mengevaluasi kembali metode belajar di rumah. Sehingga tidak menimbulkan beban untuk siswa.

Metode belajar juga diharapkan bisa mengikutsertakan interaksi antara guru dan siswa, meskipun secara virtual. Sehingga guru bisa membimbing siswa selama belajar dari jarak jauh.

Dan bagi pemerintah daerah yang belum menginstruksikan guru dan tenaga kependidikan bekerja dari rumah, KPAI mendorong pemerintah setempat segera mengeluarkan surat edaran tersebut.

Beberapa daerah mulai merumahkan siswanya mulai Senin (16/3) lalu. Menyusul instruksi tersebut, Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat juga meminta guru dan tenaga kependidikan bekerja dari rumah.

Kendati demikian, sejumlah guru tetap menganggap kebijakan ini akan berdampak pada efektifitas belajar siswa. Terlebih untuk sekolah yang sama sekali tidak memiliki fasilitas komunikasi yang mumpuni.

Hingga tidak ada pilihan lain, guru terpaksa memberikan tugas yang lebih banyak daripada biasanya, karena tidak dapat berinteraksi dengan siswa yang yang tak memiliki fasilitas komunikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.