17/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Rumah Sakit Membuka Pendaftaran Vaksin Covid-19

2 min read
Rumah Sakit Membuka Pendaftaran Vaksin Covid-19

LajuBerita – Meskipun vaksinasi belum bisa dilakukan hingga tahun 2021, sejumlah Rumah Sakit Membuka Pendaftaran Vaksin Covid-19.

Salah satu Rumah yang sudah membuka pendaftaran tersebut adalah RS Universitas Islam Indonesia (RS UII), Yogyakarta dan Rumah Sakit Primaya, Tangerang, Banten.

Pembukaan pendaftaran vaksin tersebut diketahui dari akun Instagram Rumah Sakit UII. Pendaftaran vaksin sudah dibuka mulai saat ini. Sedangkan vaksinasinya baru akan dilakukan 1 sampai 2 bulan dari waktu pendaftaran.

Petugas RS UII mengatakan vaksin berkisar di harga Rp450 ribu per orang. Pasien pun dapat memilih 2 merek vaksin, yakni Sinovac dan Moderna.

Ketika vaksinasi siap dilakukan, pasien yang mendaftarkan diri terlebih dahulu akan diprioritaskan. Vaksinasi dilakukan oleh dokter ahli dengan prosedur kesehatan pasien akan diperiksa terlebih dahulu.

Baca Juga : China Tolak Permintaan Vaksin Untuk Negara Lain Setelah Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Sementara, pihak humas Rumah Sakit Primaya mengatakan bahwa Pendaftaran Vaksin Covid-19 sudah dibuka sejak 3 hari lalu. Vaksin dapat dipesan untuk individu maupun korporasi. Informasi tersebut disampaikan oleh Henie Dewita selaku Head of Marketing & Corporate Communication Primaya Hospital Group.

Pihak rumah sakit menyampaikan kalau vaksinasi baru bisa dilakukan tahun 2021. Dikarenakan pelaksanaan vaksin masih menunggu izin resmi dari pemerintah.

Pihak Rumah Sakit Primaya belum menetapkan harga untuk vaksin tersebut dan akan mengikuti ketentuan lebih lanjut dari pemerintah.

Pendaftaran tersebut dibuka untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin diprioritaskan giliran vaksin. Namun belum bisa dipastikan semua peserta mendapat vaksin.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebelumnya menyampaikan bahwa vaksin yang disubsidi pemerintah hanya 32 juta orang. Sedangkan 75 juta orang akan diatur membayar mandiri.

Pemerintah diketahui sudah memesan setidaknya 155,5 juta dosis vaksin dari berbagai produsen di dunia. Namun vaksin-vaksin tersebut belum memiliki Emergency Use Authorization (EUA), sehingga belum bisa dipakai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.