24/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Risma Tidak Perpanjang PSBB, Namun Perketat Protokol Kesehatan

2 min read

Laju Berita – Surabaya akan memperketat penerapan protokol kesehatan jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak diperpanjang. Tri Rismaharini selaku Wali Kota Surabaya tidak ingin kasus Covid-19 meroket setelah PSBB Surabaya disudahi.

“Walaupun PSBB tidak kita perpanjang, kita tetap harus sangat-sangat disiplin, menjaga jarak, menjaga hubungan, menjaga kebersihan,” kata Risma di Balai Kota Surabaya pada Senin 6 Juni 2020.

Menurut Risma, saat ini tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19 di Surabaya sedang meningkat. Oleh sebab itu, Risma mantap akan mengusulkan ke Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jatim, agar tidak ada PSBB Surabaya Raya jilid 4.

Usulan tersebut akan disampaikan Risma dalam rapat keputusan tindak lanjut PSBB Surabaya Raya hari ini.

BACA JUGA : Peserta Program Kartu Prakerja Belum Semua Terima Insentif

“Demi peningkatan ekonomi di Surabaya, PSBB itu kita akan usulkan diberikan kesempatan kelonggaran ke gubernur” imbuh Risma.

Begitu PSBB dihentikan atau diberi kelonggaran, Risma sudah memprediksi jumlah pertemuan orang di Surabaya akan semakin tinggi. Diyakini ada banyak usaha yang akan kembali buka, sehingga kemungkinan orang yang datang akan semakin banyak.

“Setiap orang harus bisa menjaga keamanan diri sendiri dan orang lain. Karena itu kami pihak Pemkot Surabaya mulai kemarin sudah menyiapkan beberapa protokol untuk seluruh aktivitas di Surabaya,” lanjutnya.

“Diharapkan semua protokol yang telah dibuat agar diikuti secara ketat, kalau kita tidak mau kembali lagi atau sakit atau dipisahkan dengan keluarga kita bahkan yang paling parah kematian. Jadi diharapkan agar kita harus disiplin,” tambah Risma.

BACA JUGA : Peserta Program Kartu Prakerja Belum Semua Terima Insentif

Untuk karyawan di beberapa sektor dan kawasan hari ini pemkot sudah menyiapkan rapid test. Seperti pertokoan, bengkel dan lainnya untuk memastikan bahwa mereka bebas dari COVID-19.

“Kalau hasilnya reaktif tetap harus melakukan test swab dan jika positif harus di isolasi, begitu protapnya. Sedangkan pada mall yang diperbolehkan beroperasi akan diberlakukan protokol misalnya tidak boleh transaksi tangan dengan tangan, kasir ada tirai, tidak boleh nyoba baju, tidak boleh pegang barang kecuali pedagang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.