02/12/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Purnawirawan TNI Diamuk Massa Karena Merampas Sepeda Motor di Kecamatan Lubuk Pakam

1 min read
Purnawirawan TNI Diamuk Massa Karena Merampas Sepeda Motor di Kecamatan Lubuk Pakam

Purnawirawan TNI Diamuk Massa Karena Merampas Sepeda Motor di Kecamatan Lubuk Pakam

Laju Berita – Dua pria yang diamuk massa karena telah merampas sepeda motor di Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Seorang di antaranya merupakan purnawirawan TNI.

Berdasarkan informasi yang di dapat, purnawirawan TNI yang diamuk massa yakni Suparno (57). Rekannya yang bernama Guntur Harry (24). Keduanya juga dilaporkan telah merampas sepeda motor dengan modus mengenakan seragam dan mengaku sebagai personel TNI.

“Peristiwa ini terjadi Kamis (19/11) sekitar pukul 21.30 Wib,” kata Kapolsek Lubuk Lubuk Pakam AKP Hendri Yanto.

Hendri juga memaparkan, Suparno dan Guntur dilaporkan melakukan tindak kekerasan dan juga merampas kendaraan pada 9 November 2020. Korban perampasan ternyata juga mengenali keduanya.

Saat Suparno dan Guntur melintas di Jalan Karya Utama, Lubuk Pakam, korban melihat keduanya. Mereka diteriaki sebagai rampok.

Baca Juga : Kanit Satresnarkoba Pesta Sabu, Viral!!! Di Medsos

Warga saat itu mengejar dan mencegat Suparno dan Guntur. Keduanya sempat diamuk massa. Mereka pun mengaku sebagai anggota TNI.

Kejadian itu juga dilaporkan ke polisi. Petugas langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Setelah diperiksa satu (TNI) palsu dan satu lagi pensiunan (TNI). Motifnya ternyata pakai seragam (TNI) menakut-nakuti korban (mengaku) bahwasanya mereka ini debt collector, untuk menarik sepeda motor bermasalah,” jelas Hendri.

Polsek kemudian berkoordinasi dengan Subdenpom Lubuk Pakam. Suparno diketahui sebagai pensiunan TNI.

Dari interogasi yang sempat dilakukan, Suparno dan Guntur mengaku 8 kali merampas sepeda motor. “Kita proses, ancaman hukumannya 5 tahun ke atas dikenakan Pasal 365 subsider Pasal 368 KUHPidana,” tutup Hendri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.