28/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Pria Tembung Simpan Sabu 52 Kg Ini Dituntut Hukuman Mati

2 min read

Laju Berita – Zulfifli (44) warga Jalan Pratiwi, Kecamatan Medan Tembung harus menerima nasibnya dituntut oleh hakim Saidin Bagariang dengan hukuman mati karena terbukti menguasai sabu dengan berat 52 kg.

“Yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah, membuat keresahan dimasyarakat, merusak generasi muda. Sedangkan yang meringankan Nihil,” Ucap Hakim.

Hakim Saidin menjelaskan bahwa pelaku sudah melanggar pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dimana pelaku mendengarkan keputusan tersebut wajah pelaku terlihat biasa-biasa saja.

Ketika diluar persidangan Sri Wahyuni selaku penasehat hukum Zulkifli menjelaskan akan melakukan diskusi. Dimana masih mikir-mikir dan nantinya saya tanyakan dulu ke dia ( Zulfifli).

BACA JUGA : Ini Dia Sosok Dibalik Lagu Viral Ampun Bang Jago

Awal mula penangkapan tersebut pelaku mengendarai betor yang dimana sabu tersebut ada didalam betornya. Rupanya ada petugas BNN yang memberhentikan betornya dan dilakukan pemeriksaan dan ditemukan 2 kg sabu.

Pelaku dan barang bukti 2 kg sabu langsung diamankan petugas BNN dan dilakukan pengembangan. Oleh pelaku mengatakan bahwa ada lagi barang didalam rumahnya.

Ketika sampai di rumah pelaku disuruh menunjukan barang bukti lainnya yang di simpan didalam rumahnya. Penyimpanan pertama ada dibawah kasur dan ditemukanlah 20 bungkus Teh China Guanyinwang berisi kristal sabu.

BACA JUGA : Ini Dia Sosok Dibalik Lagu Viral Ampun Bang Jago

Selanjutnya dibelakang lemari pelaku juga ditemukan barang bukti sabu sebanyak 28 bungkus dengan kemasan yang sama dimana total sebanyak 48 bungkus Teh China merek Guanyinwang Total berat Brutto 49.960 gram.

Petugas BNN juga menemukan barang bukti lainnya yakni uang tunai yang dibentuk dan diikat dengan gelang karet yang dihitung mencapai 60 juta.

Jaksa juga mengatakan, bahwa Arifin (DPO) menelpon pelaku untuk menawarkan pekerjaan kepada terdakwa untuk menerima. Dan menyimpan barang kiriman miliknya untuk sementara dan Arifin (DPO) belum menyebutkan barang kiriman yang dimaksud adalah Narkotika.

“Pelaku menerima tawaran Aripin (DPO) disebabkan sangat butuh uang karena terlilit utang, yang saat itu Terdakwa bercerita masalah ekonomi kepada Arifin,” Jelas Jaksa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.