25/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Presiden Turki Erdogan Frustasi Melihat Kartun Charlie Hebdo

2 min read
Presiden Turki Erdogan Frustasi Melihat Kartun Charlie Hebdo

LajuBerita – Recep Tayyip Erdogan Presiden Turki mengaku sedih dan frustrasi melihat aksi majalah mingguan satir Prancis, Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur cabul yang menggambarkan dirinya.

“Saya sedih dan frustrasi, karena tindakan menjijikkan itu bukan hanya menyerang saya secara pribadi, melainkan karena aksi kurang ajar itu telah menyasar Nabi (Muhammad SAW) yang sangat kita cintai lebih dari diri kita sendiri,” ujar Erdogan saat berpidato di depan parlemen, dikutip dari AFP, Kamis 29 Oktober 2020.

Cover karikatur Charlie Hebdo yang dirilis daring menunjukkan Erdogan memakai kaos dan celana pendek, memegang minuman, dan tangan kirinya mengangkat baju wanita berhijab sampai bokongnya terlihat.

Karikatur Erdogan tersebut mengangkat judul “Erdogan: Saat waktu pribadi, dia sangat lucu’.

Karikatur tersebut dirilis beberapa hari setelah Erdogan menyerukan boikot produk Prancis dan mempertanyakan kewarasan Emmanuel Macron selaku Presiden Prancis karena telah menyerang Islam dan menyebut agama tersebut sedang dalam krisis.

Baca Juga : Polemik Kartun Nabi Muhammad Berujung Boikot Produk Paris.

Kantor Erdogan mengatakan akan mengambil tindakan legal dan diplomatik atas tindak tidak senonoh tersebut. TV lokal NTV juga menyatakan pemerintah setempat sudah memanggil diplomat paling senior di Kedutaan Prancis untuk menyampaikan kutukan yang tegas atas karikatur tersebut.

Duta Besar Prancis untuk Turki akan dilakukan pemanggilan. Namun, sayangnya dubes tersebut sedang berada di Paris untuk konsultasi terkait semakin renggangnya hubungan kedua negara.

Fahrettin Altun selaku Juru Bicara Presiden Turki sebelumnya mengatakan gambar-gambar yang diterbitkan itu sangat tercela.

“Kami sangat mengutuk upaya paling menjijikkan dari publikasi ini karena dianggap menyebarkan rasisme budaya dan kebencian,” tulisnya di Twitter.

Altun juga mengatakan bahwa majalah Charlie Hebdo sama sekali tak memiliki rasa kemanusiaan. Altun juga mengatakan kalau produk tersebut berasal dari lingkungan budaya xenofobia, Islamofobia, dan intoleran seperti yang diinginkan kepemimpinan Prancis ke negara mereka.

Altun pada postingannya menggarisbawahi, bahwa posisi Turki menentang setiap kekerasan dan tindakan terorisme terhadap warga sipil.

“Kami tak akan tinggal diam untuk menghadapi serangan menjijikkan terutama terhadap budaya dan agama kami, tidak peduli dari mana asalnya,” kata Altun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.