22/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Presiden Minta Perpendek Libur dan Cuti Natal Tahun Baru

2 min read
Presiden Minta Perpendek Libur dan Cuti Natal Tahun Baru

LajuBerita – Presiden Joko Widodo minta Perpendek Libur dan Cuti Natal Tahun Baru. Hal tersebut diungkapkan Muhadjir Effendy selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Muhadjir menyapaikan hal tersebut setelah rapat terbatas yang dilakukan Jokowi dengan jajarannya.

“Bapak Presiden berikan arahan supaya ada pengurangan (hari libur). Pengurangan yang dimaksud adalah libur dan cuti bersama akhir tahun, termasuk libur penggantian cuti bersama Hari Raya Idul Fitri.” kata Muhadjir di Youtube Sekretariat Presiden, Senin 23 November 2020.

Presiden Jokowi, juga meminta pejabat terkait agar segera melakukan rapat koordinasi. Rapat kordinasi guna memutuskan teknis Perpendek Libur dan Cuti Natal Tahun Baru ini.

“Bapak Presiden memerintahkan agar segera dilakukan rapat koordinasi oleh Kemenko PMK dan lembaga terkait terutama soal libur akhir tahun dan pengganti libur cuti bersama Idu Fitri,” beber dia.

Sebelumnya Pemerintah sudah mengundur waktu cuti bersama pada Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 lalu. Libur pengganti rencananya akan diberikan pada 28 Desember hingga 31 Desember 2020.

Baca Juga : Tina Toon Viral Bikin Laporan e-Reses DPRD Copy Paste

Sedangkan untuk libur nasional sudah ditetapkan pada Surat Keputusan Bersama dengan 3 Menteri. Menteri yang dimaksud adalah Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dalam surat tersebut ditetapkan bahwa hari libur nasional jatuh pada Jumat, 25 Desember 2020 yang merupakan Hari Raya Natal. Sementara cuti bersama pertama mulai pada tanggal 24 Desember 2020 yang merupakan cuti bersama Hari Raya Natal.

Disisi lain, Daeng Faqih selaku Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan saran adanya penundaan lobur panjang menjadi 24 Desember – 31 Desember. Usulan tersebut disampaikan karena berpotensi mengulang rekor Covid-19 seperti terjadi usai libur panjang akhir Oktober lalu.

Tah hanya memicu mobilitas warga yang tinggi, liburan juga bisa membuat masyarakat abai pada protokol kesehatan memakai masker-menjaga jarak-mencuci tangan (3M).

“Sebaiknya ditunda dulu, karena liburan dan cuti bersama ini memicu mobilitas penduduk lebih besar. Karena tingginya mobilitas dan berkerumun sangat berisiko terhadap potensi penularan Covid-19. Dan berujung pada potensi melanggar protokol kesehatan 3M,” ucap Daeng, Selasa 17 November.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.