29/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Presiden Minta Kartu Pra Kerja Lebih Di Prioritas Kepada Korban PHK

2 min read

Laju Berita – Presiden Jokowi meminta para pekerja yang dirumahkan atau mengalami PHK (pemutusan hubungan kerja). Karena pendemi virus corona dijadikan prioritas untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja.

“Bagi pekerja yang dirumahkan atau di PHK saya minta diberikan prioritas untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja. Ungkap Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Kamis.

Presiden Jokowi menjelaskan hal itu saat memimpin rapat terbatas dengan topik Mitigasi dampak virus corona terhadap sektor Ketenagakerjaan. Melalui video conference yang diikuti wakil Presiden Ma’ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju dan pejabat terkait lainnya.

“Informasi terakhir yang saya terima yang mendaftar untuk Kartu Pra Kerja sudah sampai 8.4 juta padahal jatahnya hanya untuk 5.6 juta sehingga sekali lagi untuk korban PHK agar diberikan prioritas, tambahnya.

BACA JUGA : Tidak Tanggung Jawab Hamili Kekasih Sendiri, Pria Ini Dipenjarakan

Dia juga meminta agar. Para pekerja migran baik yang di luar negeri maupun yang sudah kembali ke Tanah Air tetap dilindungi.

Berikan perlindungan kepada para pekerja migran baik yang sudah kembali maupun yang masih di luar negeri sehingga mereka betul-betul pada posisi tetap terlindungi dan kita juga sudah mengirimkan paket-paket sembako kepada pekerja migran di Malaysia dan saya minta ini tetap diteruskan, ujar Presiden.

Pemerintah sudah membuka pendaftaran Kartu Pra Kerja gelombang pertama sejak 11-16 April 2020. Tercatat sebanyak 5.9 jt pengguna yang melakukan pendaftaran program Kartu Pra Kerja tahap pertama dengan 4.428 juta pendaftar terverifikasi melalui email yang sesuai dengan kriteria sebanyak 2,07 juta peserta.

Dari jumlah tersebut, pemerintah hanya akan meloloskan sebanyak 168.111 peserta untuk mengikuti pelatihan. Target seluruh penerima manfaat Kartu Pra Kerja adalah 5.6 juta orang pekerja.

Mereka yang berhasik mendapatkan kartu ini akan mendapat insentif total sebesar 3.5 juta rupiah.

BACA JUGA : Tidak Tanggung Jawab Hamili Kekasih Sendiri, Pria Ini Dipenjarakan

Rinciannya adalah pertama bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta yang dapat digunakan untuk membeli satu atau lebih pelatihan mitra platform digital, kedua insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar 2.4 juta dengan 600ribu perbulan. Dan ketiga insentif pascapengisian yaitu survei evaluasi sebesar rp 50ribu dengan 3 survei yang memiliki total 150ribu.

Dana insentif akan ditransfer melalui rekening bank atau e-wallet LinkAja, Ovo dan GoPay milik peserta.

Adapun 8 platform digital yang dinyatakan pemerintah untuk memberikan pelatihan adalah Tokopedia. Ruangguru melalui platform Skill Academy, MauBelajarApa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Kementerian Ketenagakerjaan dan Pijarmahir.

Pada gelombang pertama pemerintah sudah menerima 168.111 orang yang lolos dan gelombang kedua ada 288.154 peserta yang lolos. Jumlah masyarakat yang mendaftar sampai dengan 28 April 2020, tercatat sebanyak 8,6 juta orang.

Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp596,8 miliar untuk 168.111 peserta yang telah diterima di gelombang I. Secara total, pemerintah menyediakan Rp20 triliun yang diperuntukkan bagi 5,6 juta peserta Kartu Pra Kerja untuk tahun ini. Rencananya ada gelombang 30 sampai November 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.