26/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Presiden Jokowi di Desak Evaluasi Jaksa yang Menuntut Vonis Ringan 2 Penyerang Novel Baswedan

2 min read
Presiden Jokowi di Desak Evaluasi Jaksa yang Menuntut Vonis Ringan 2 Penyerang Novel Baswedan

LajuBerita – Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi kinerja kejaksaan dan kepolisian terkait tuntutan ringan terhadap 2 penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

JPU sebelumnya menuntut dua pelaku penyerangan air keras terhadap Novel yang merupakan anggota Polri itu 1 tahun penjara.

“Mendesak kepada Presiden RI untuk mengevaluasi kinerja kejaksaan dan kepolisian terkait praktik pemberian tuntutan minimal,” ujar peneliti PSHK Giri Ahmad Taufik dalam keterangan Jumat (12/6).

Menurut Giri tuntutan ringan ini berpotensi melemahkan perlindungan aparat penegak hukum dan upaya penegakan hukum secara umum, terutama pada kasus-kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat di institusi pemerintah.

Selain itu, Giri mengatakan pihaknya juga mendesak Jaksa Agung untuk mengevaluasi jaksa penuntut umum terkait dengan materi tuntutannya yang terindikasi keliru secara konsep hukum pidana.

Baca Juga : Dinas Sosial Kota Medan Amankan 7 Manusia Silver Yang Mengganggu.

Menurut dia, tuntutan ringan tersebut telah mencederai rasa keadilan bukan hanya bagi Novel dan keluarga namun juga masyarakat.

“Tuntutan penjara satu tahun tidak berdasarkan pada hukum dan fakta yang terungkap, dan mengabaikan fakta motif terkait ketidaksukaan terhadap Novel sebagai penyidik KPK yang membongkar kasus korupsi di institusi Kepolisian RI, dengan menganggapnya sebagai pengkhianat,” jelasnya.

Dia menyebut motif tersebut membuat perbuatan pelaku tidak bersifat pribadi, tetapi institusional. Tuntutan tersebut dinilai tidak mencerminkan prinsip negara hukum yang baik dan peradilan yang tidak memihak.

“Tuntutan minimum tersebut juga tidak berkesuaian dengan hukum yang ada,” ucap dia.

Tak hanya itu, PHSK turut meminta hakim mempertimbanglam fakta dan hukum dengan cermat. Dia berharap majelis hakim dapat menjerat dua pelaku penyerangan Novel dengam Pasal 355 ayat (1) dengan ancaman pidana 12 tahun penjara seperti dakwaan pertama jaksa.

“Kami meminta hakim mempertimbangkan fakta dan hukum dengan cermat dan mengabaikan tuntutan jaksa,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.