24/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Polisi Viral Joget Dangdut, Tanggapan Polri Itu Video Editan

2 min read

Laju Berita – Beberapa waktu lalu beberapa polisi menyita perhatian dengan video yang sedang joget dangdut viral media sosial. Aksi yang terekam di Tulungagung dan Pasuruan ini dihujat karena tidak mematuhi protokol kesehatan saat pandemi virus corona.

Mabes Polri pun memberikan tanggapan atas video viral tersebut. Karopenmas Divisi Humas Polri Brijen Pol Awi Setiyono menggatakan jika video itu adalah hasil editan.

Lebih spesifik, video yang dimaksud adalah yang terjadi di Tulunggagung. Menurutnya ada 3 video terkait yang telah diunggah sehingga tidak menampilkan kejadian yang sebenarnya.

BACA JUGA : Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris Di Wilayah Bekasi

Alhasil video tak menampilkan kejadian yang sebenarnya. “Kejadiannya adalah 19 Agustus 2020 dan sudah masuk new normal,” kata Awi, Selasa (6/10).

“Kegiatan tersebut mendapat rekomendasi dari satgas, tidak ada kegiatan hiburan. Kemudian video ini diedit, ditambah dengan kegiatan joget-joget dangdutan, ada gambar Camat, Polri, TNI,” terang Awi, dilansir dari LajuBerita. “Sehingga, video ini sangat tendensius karena mencampurkan (video) imbauan dengan anggota joget-joget seakan anggota melanggar.”

Kendati demikian, Awi tak menampik pula bila polisi di Pasuruan sudah melanggar soal kepatuhan pelaksanaan protokol COVID-19. Sebab para aparat memang benar menggelar panggung hiburan di tengah pandemi.

Saat ini Propam Polda Jawa Timur pun sudah dikerahkan untuk mendalami dan memeriksa kasus tersebut. “Untuk yang terlibat Kasat Lantas lama dan baru telah diperiksa Propam, tentunya nanti akan dilakukan penindakan seusai berat ringannya pelanggaran,” jelas Awi.

BACA JUGA : Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris Di Wilayah Bekasi

Selain itu, sebuah video serupa dari Grobogan, Jawa Tengah juga sempat menjadi pembicaraan masyarakat. Dalam video itu tampak polisi yang ikut berjoget di tengah hajatan yang digelar oleh masyarakat setempat.

Awi menyatakan kejadian yang sebenarnya adalah polisi mengizinkan warga menggelar hajatan namun tetap dengan berpedoman pada protokol kesehatan COVID-19. Namun video yang ada diedit kemudian disebarluaskan di media sosial.

Sempat viralnya video ini memang langsung memicu protes keras dari publik. Sebab kegiatan yang para aparat itu lakukan dianggap bertentangan dengan perilaku menjaga protokol kesehatan selama pandemi COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.