25/02/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Polisi Tangkap WN Perancis Cabuli 305 Anak, imingi Jadi Model

2 min read

Laju Berita – Polda Metro Jaya meringkus seorang warga negara Perancis bernama Francois Abello Camille (FAC) alias Frans terkait kasus eksploitasi anak di bawah umur (child sex groomer).

Kapolda Metro Jaya. Irjen Nana Sudjana mengatakan Frans dalam melakukan aksinya menawarkan para korban pekerjaan sebagai model dan pemotretan di hotel.

“Untuk korban sebanyak 305 anak ya. Kalau anak ini bisa dikatakan anak di bawah umur, berumur 18 minimal 1 hari,” kata Nana di Polda Metro Jaya, Kamis (9/7).

Nana menyebutkan banyak korban tersebut didapat dari data video yang tersimpan di laptop milik tersangka. Nana menduga jumlah korban Frans masih bisa bertambah.

BACA JUGA : Anak Wakil Walikota Tangerang Ditangkap Polisi Beli Sabu

Berdasarkan pengamatan Nana, Frans kerap mencari korban di pusat perbelanjaan maupun jalanan. Tersangka kemudian merayu korban dengan menawarkan pekerjaan sebagai model.

“Di mana ada kerumunan anak-anak mereka mendekati, dibujuk dan diajak ditawarkan jadi foto model, anak yang mau dibawa ke hotel,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nana menyebut para korban yang berhasil dibawa ke hotel terus diminta bersolek agar terlihat menarik. Korban kemudian difoto dalam kondisi telanjang dan setelahnya disetubuhi oleh tersangka.

Sejauh ini, tiga hotel menjadi lokasi tersangka melakukan aksi cabul. Tiga hotel itu digunakan tersangka dalam kurun waktu Desember 2019 hingga Juni 2020.

BACA JUGA : Anak Wakil Walikota Tangerang Ditangkap Polisi Beli Sabu

Nana menerangkan korban yang mau disetubuhi akan diberikan imbalan Rp 250 ribu-Rp 1 juta. Sementara korban yang tidak mau akan mendapatkan perlakukan kekerasan fisik seperti dipukul, ditampar dan ditendang oleh tersangka.

Tersangka juga menyiapkan kamera tersembunyi untuk merekam hubungan badan dengan para korban.

Dari tangan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, 21 kostum yang dipakai korban untuk pemotretan dan pembuatan video cabul, enam kamera, satu laptop, enam memory card, 20 kondom, hingga dua alat bantu seks atau vibrator.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 81 dan Pasal 81 ayat (5) juncto jo Pasal 76D, Pasal 82 jo Pasal 76E, Pasal 88 jo Pasal 76I Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Kemudian Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.