17/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Polisi Tangkap Pelaku Yang Merusak Gedung DPRD Saat Demo Tolak Omnibus Law

2 min read
Polisi Tangkap Pelaku Yang Merusak Gedung DPRD Saat Demo Tolak Omnibus Law

Polisi Tangkap Pelaku Yang Merusak Gedung DPRD Saat Demo Tolak Omnibus Law

Laju Berita – Dua orang pelaku yang telah merusak Gedung DPRD DIY saat demo menolak Omnibus Law pada Kamis (8/10) yang lalu telah dibekuk oleh polisi. Dua orang pelaku yang dibekuk kini diketahui masih berusia di bawah umur.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto juga mengatakan, dua orang pelaku tersebut berinisial RAF (16) warga Kapanewon (Kecamatan) Gamping, Kabupaten Sleman dan RAP (16) warga Kapanewon (Kecamatan) Sleman, Kabupaten Sleman.

Kedua pelaku dibekuk usai polisi yang melakukan pencocokan rekaman video. Dari rekaman itu, kedua pelaku yang diduga melakukan perusakan papan nama DPRD DIY dan menggunakannya untuk melempari petugas yang berjaga.

“Setelah dilakukan pencocokan di video dengan beberapa data di media sosial, akhirnya kedua pelaku tersebut kami amankan. Keduanya diamankan di rumahnya masing-masing. Keduanya masih berusia di bawah umur,” katanya di Mapolresta Kota Yogyakarta.

Baca Juga : Jika MIT Melawan Saat Ditangkap, Kapolri Perintahkan Tembak Mati

Yuliyanto juga menjabarkan, pihaknya akan mengamankan sejumlah barang bukti dari kedua pelaku tersebut. Barang bukti ini yaitu jaket dan sepatu yang digunakan pelaku saat melakukan perusakan. Selain itu juga, polisi juga menyita potongan besi dan beberapa benda yang dilemparkan.

“Pelaku memakai jaket berwarna kuning. Di video itu yang bersangkutan memakai jaket warna kuning dan biru. Jadi kalau membuka kembali video yang TKP di depan tulisan Kantor DPRD DIY, yang pakai jaket kuning dan biru sudah diproses,” ungkapnya.

Selain dua pelaku, polisi sebelumnya juga telah menangkap dua pelaku lainnya yang berinisial D dan E. Keduanya ditangkap pada 14 Oktober yang lalu atas kasus perusakan gedung DPRD DIY.

“Untuk inisial D dan E ditangkap tanggal 14 Oktober lalu. Dalam waktu yang dekat berkas keduanya sudah sampai kejaksaan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah P-21,” kata Yuliyanto.

Dua pelaku itu disangkakan Pasal 170 ayat 1 KUHP. Ancaman hukuman dalam pasal itu adalah maksimal penjara 5 tahun 6 bulan.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus demonstrasi yang menolak Omnibus Law yang berujung pada perusakan Gedung DPRD DIY. Yuliyanto menyebut masih dimungkinkan adanya penambahan tersangka terkait perusakan Gedung DPRD DIY maupun kawasan Malioboro.

“Pasti ada kemungkinan bertambahnya tersangka. Untuk kasus perusakan di kawasan Malioboro tanggal 8 Oktober polisi memproses enam tersangka. Yang belum tertangkap tinggal tunggu waktu saja,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.