25/02/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Polisi Simpulkan Editor Metro TV Tewas Bunuh Diri Hingga Positif Narkoba

2 min read

Laju Berita – Setelah melalui proses penyelidikan, Kepolisian Daerah Metro Jaya akhirnya menyimpulkan nahwa penyebab kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo adalah bunuh diri.

Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan adanya temuan dari barang bukti dan olah TKP di tempat ditemukannya jenazah.

Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat yang merupakan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengatakan di bagian dada Yodi ditemukan 4 luka tusukan yang terdiri dari 3 kali tusukan dangkal sekitar 2cm dan 1 yang menembus hingga ke paru-paru.

Tubagus memaparkan berdasarkan psikologi forensik, apabila orang bunuh diri biasanya ada luka percobaan bunuh diri. Dan pada kasus ini luka tusukan yang dangkal itu yang dianggap percobaan bunuh diri.

BACA JUGA : Kasus Oknum Polisi Aniaya Anak Gegara Orang Ketiga

Beberapa hal lainnya yang menguatkan dugaan bahwa Yodi bunuh diri, antara lain pisau yang digunakan untuk menusuk dada dan leher itu korban yang membeli langsung di Ace Hardware, barang milik korban tidak ada yang hilang, hingga tak ditemukannya tanda kehadiran orang lain di lokasi Yodi tewas.

Beberapa upaya pengecekan yang dilakukan kepolisian selama 2 pekan ini berupa pengecekan CCTV, pengecekan sidik jari dan DNA di Puslabfor Mabes Polri, mengerahkan anjing pelacak, hingga memeriksa 34 saksi.

Tubagus juga membeberkan kalau Yodi mengalami halusinasi sebelum melakukan bunuh diri. Pengakuan ini Yodi sampaikan ke orang terdekatnya, termasuk kepada kekasihnya Suci Fitria.

“Yodi menyampaikan merasa ada mahluk halus dan lain sebagainya.” papar Tubagus .

BACA JUGA : Kasus Oknum Polisi Aniaya Anak Gegara Orang Ketiga

Yodi juga mengaku kepada kekasihnya kalau sedang memiliki permasalahan. Namun hingga ditemukan tewas, Yodi enggan menceritakan permasalahan itu ke kekasihnya.

Belakangan baru diketahui beberapa permasalahan Yodi. Seperti misalnya dugaan terjangkit virus HIV, kecanduan mengonsumsi narkotika jenis amfetamin atau ekstasi, dan persoalan asmara.

Sebelumnya, warga menemukan mayat Yodi Prabowo di pinggir Tol JORR di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, pada Jumat, 10 Juli 2020. Jenazah Yodi ini ditemukan seorang bocah di sekitar lokasi bermain layangan.

Tak hanya fakta dugaan bunuh diri, Polisi juga menyebut Yodi positif mengonsumsi narkoba sebelum melakukan bunuh diri. Hal ini disampaikan oleh Komisaris Besar Yusri Yunus selaku Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya pada Sabtu 25 Juli 2020.

Yusri mengatakan kalau hasil pemeriksaan jenazah Yodi ternyata positif mengkonsumsi amfetamin. Amfetamin adalah zat narkotika yang ditemukan di ekstasi. Namun polisi belum mengetahui durasi Yodi telah mengonsumsi pil tersebut.

Jadi kepolisian menyimpulkan bahwa pengaruh depresi dan pengaruh narkotika amfetamin diduga menjadi salah satu penyebab Yodi nekat menghabisi nyawanya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.