20/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Polisi Salah Tangkap Anak 13 Tahun Babak Belur Dianiaya, Polisi : Tidak Sengaja

2 min read

Laju Berita – Seorang pelajar berinisial MF 13 tahun, Makassar, Sulawesi Selatan diduga menjadi korban salah tangkap aparat kepolisian.

Kejadian tersebut terjadi pada jumat 21/08/2020 saat polisi sedang membubarkan aksi tawuran anter pemuda.

Akibat salah tangkap itu, MF diketahui mengalami sejumlah luka di sekujur tubuh. Seperti lebam dibagian wajah, kaki, dan hidungnya mengeluarkan darah.

BACA JUGA : Giring Ganesha Calonkan Diri Menjadi Presiden 2024

Karena khawatir dengan kondisi kesehatan korban, pihak keluarga akhirnya membawa MF ke rumah sakit dan melaporkannya ke Propam Polda Sulsel.

Tak Sengaja Kena Pukul

Terkait dengan peristiwa itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo membantah terjadi salah tangkap.

Diceritakan Ibrahim, saat kejadian itu para pelaku tawuran membubarkan diri setelah polisi datang.

Saat dilakukan penyisiran, petugas berhasil mengamankan tiga anak dilokasi kejadian, salah satunya korban MF.

“Secara spontan petugas tersebut berusaha menangkap dengan mengayunkan tangan untuk memegang kerah bajunya. Tapi, secara tidak sengaja membentur bagian muka dari korban, ungkap Ibrahim dalam keterangannya.

Keterangan Keluarga Korban

Paman korban Abdul Karim menyesalkan tindakan aparat kepolisian yang menganiaya keponakannya.

Sebab, akibat salah tangkap itu MF babak belur dan dipaksa mengakui kesalahan yang tidak dibuatnya.

Padahal, saat kejadian pembubaran tawuran itu keponakannya tidak sengaja hanya melintas di lokasi kejadian.

Namun naas, bocah itu justru ditangkap dan diperlakukan tidak manusiawi.

Jadi pas itu malam dikejar sama polisi pas didapat dia dihantam mukanya pakai helm. Terus diinjak juga kakinya pakai motor. Baru dipukul juga belakangnya dia.

Tidak hanya itu, saat diinterogasi dikantor polisi itu keponakannya juga mengaku kepadanya jika dipaksa untuk mengakui kesahannya.

Karena jika tidak mengakui diancam untuk tidak dilepaskan.

Terkait dengan insiden itu, pihak keluarga berharap ada keadilan dan pelaku dapat diberi sanksi tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.