17/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Pilu ! Jenazah Warga Majane Dipikul Sejauh 30KM Karena Tak Ada Ambulance

2 min read
Jenazah Warga Majane Dipikul Sejauh 30KM Karena Tak Ada Ambulance

Jenazah Warga Majane Dipikul Sejauh 30KM Karena Tak Ada Ambulance

LajuBerita.news,Jakarta – Viral video puluhan warga bersama aparat dari TNI-POLRI memikul jenazah salah seorang warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Alasan jenazah dipikul kerena tidak mendapatkan mobil ambulance.

Dalam rekaman itu video terdengar suara pria, menyebut jenazah terpaksa dipikul, karena keluarga tidak mendapat mobil ambulance, untuk membawa jenazah pulang ke rumah duka, akibat jalan yang rusak parah.

“Ini adalah mayat yang dipikul oleh Pak Babinsa bersama dengan anggota Kepolisian. Ini tidak ada ambulance yang bisa mengangkut sehingga di gotong anggota kepolisian dan Anggota Kodim 1401 Majene, ini anggota kepolisian dan Pak Babinsa, mayat..mayat kondisi jalan yang tidak memungkinkan sehingga tidak ada mobil yang bisa mengangkut, ” ujar pria dalam rekaman video tersebut.

BACA JUGA : Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 akan Mendapatkan Santunan Sebesar Rp 50jt

Jenazah itu bernama Icci Subu (65 tahun), warga Desa Ulumanda, Kecamatan Ulumanda. Dia meninggal karena sakit, di rumah kerabatnya di Desa Salutambung, Sabtu kemarin (09/01). Proses evakuasi jenazah ke rumah duka, berlangsung dari sore sampai malam.

Kepala Desa Ulumanda Hardi mengatakan, jenazah dipikul sejauh 30 kilometer. Pihak keluarga jenazah mengatakan sudah datang ke puskemas terdekat untuk menaiki ambulance, namun tidak ada.

“Kami mewakili khususnya masyarakat Ulumanda, sangat prihatin sekali kepada khususnya utama Puskesmas Salutambung dan Puskesmas Ulumanda, sampai-sampai kejadian tadi malam yaitu salah satu warga kami meninggal dunia di Desa Salutambung, dipikul menggunakan tenaga manusia dengan jarak tempuh 30 kilometer, ” kata Hardi dalam rekaman video, Minggu (10/01/2021).

“Karena salah satu keluarga almarhum datang ke puskesmas, untuk meminta daripada transport atau ambulance untuk digunakan mengangkut, tapi alasannya, banyak alasannya, pertama kuncinya tidak ada, hilang, kemudian katanya juga mobil bukan untuk mobil jenazah, katanya untuk ambulance saja”

“kemudian salah satu keluarga juga, datang ke Puskesmas Ulumanda meminta juga mobilnya katanya di sana sopirnya tidak ada, kemudian ada yang juga katakan lagi rusak, jadi dua-duanya mobil rusak, ” jelas Hardi.

Berharap Perhatian Pemerintah

Baik warga maupun pemerintah desa sangat berharap, ada perhatian dari pemerintah daerah, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Dengan adanya kejadian seperti ini, kami harapkan pemerintah, baik provinsi, kabupaten dan kecamatan bisa selalu melayani, khususnya masyarakat kami, ” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.