25/02/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Pewarta Foto Indonesia Kecam Pernyataan Anji Atas Foto Karya Joshua Irwandi

2 min read

Laju Berita – Organisasi Pewarta Foto Idonesia (PFI) mengecam serius dan keras atas pernyataan Erdian Aji Prihartanto atau yang lebih dikenal dengan nama Anji. Anji menggunggah dalam instagram pribadinya atas penilaian adanya kejanggalan yang ada pada foto karya Joshua Irwandi, fotografer yang mendapatkan grant dari National Geographic.

Foto yang dianggap ganjal oleh Anji tersebut yaitu digambarkan sesosok mayat terbungkus plastik/wrapping yang meninggal akibat Covid- 19 di salah satu rumah sakit di Jakarta. Anji memiliki opini seolah-olah foto tersebut adalah bukanlah hasil karya jurnalis, melainkan hasil settingan dan hasil karya dari seorang buzzer.

BACA JUGA : Vaksin Virus Corona Dari China Masuk Ke Indonesia Minggu Kemarin

Dikutip dari Akun Instagram Pewarta Foto Indonesia pada Senin 20 Juli 2020. PFI Pusat diketahui telah menghubungi Joshua Irwandi sang fotografer terkait foto tersebut guna memastikan keabsahan dari karya jurnalistiknya yang viral itu. Dari hasil diskusi itu, Joshua sduah mematuhi kode etik jurnalistik, mematuhi prosedur perizinan, dan mengikuti segala protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pihak rumah sakit.

Atas hasil diskusi diatas, terkait pernyataan kontroversial Anji pada akun instagramnya maka PFI pun menyatakan sikap berikut:

  1. Mengecam opini yang tak berimbang dan terkesan dibuat-buat dari Sdr. Anji yang menyebabkan keresahan di kalangan pewarta foto, fotografer, dan masyarakat umum.
  2. Meminta agar dr. Anji segera menghapus postingan di Instagram terkait foto Joshua Irwandi.
  3. Meminta agar Sdr. Anji meminta maaf secara terbuka atas ulah yang sudah ia perbuat kepada seluruh pewarta foto di Indonesia dan kepada Sdr. Joshua Irwandi khususnya. Karena PFI menilai hal ini merupakan bentuk pelecehan terhadap karya jurnalistik yang autentik dan pendiskreditan profesi.
  4. Meminya agar Sdr. Anji meluruskan apa yang sebenar-benarnya terjadi sebelum, saat, dan sesudah prosesi pengambilan foto jurnalistik karya Joshua Irwandi di Instagram.
  5. Tidak membandingkan hasil karya atau kerja jurnalistik pewarta foto dengan anak agency, buzzer, youtuber, vlogger, influencer dan sejenisnya. Karena, kerja jurnalistik dilandasi oleh fakta yang ada di lapangan, memiliki kode etik yang jelas, dan dilindungi oleh undang-undang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.