26/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Pernikahan Anak Kepala DPBD, Dibubarkan Paksa Oleh Pihak Polisi

2 min read

Laju Berita – Pesta nikahan yang digelar di Gedung Politeknik Pertanian Kab Limapuluh kota Sumatera Barat, dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian.

Petugas terpaksa harus membubarkan acacra itu karena menimbulkan kerumunan ditengah pandemi virus corona.

Sebelum melakukan pembubaran tersebut, polisi juga sudah memberikan peringatan sebelumnya saat pesta tersebut belum dilaksanakan.

Tapi, himbauan polisi itu ternyata tidak diindahkan dan malah nekat mengundang ribuan tamu.

BACA JUGA : Terkait Video Syur Mirip Gisel, Polisi Diharapkan Untuk Berhati-hati

Pernikahan anak kepala BPBD

Acara yang dibubarkan tersebut diketahui merupakan pesta pernikahan anak Kepala BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir.

“Kita terpaksa membubarkan acara pesta anak Kepala BPBD, Pak Joni Amir. Ini karena melanggar protokol Covid-19 dengan menghadirkan kerumunan banyak orang,” kata Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso yang dihubungi LajuBerita, Sabtu (21/11/2020).

Saat melakukan pembubaran itu, petugas polisi meminta para tamu yang datang untuk segera meninggalkan lokasi.

Tak hanya itu, pintu masuk juga ditutup petugas dan seluruh tenda minta segera dilakukan pembongkaran.

“Petugas minta tamu meninggalkan lokasi. Kemudian kita minta panitia membuka tenda dan pintu masuk ke gedung kita tutup,” jelas Trisno.

Undang 2000 orang

Dalam acara pesta pernikahan itu, Trisno terkejut karena pihak penyelenggara nekat mengundang 2000 orang.

Padahal, saat meminta izin sebelumnya sudah pernah diingatkan untuk tidak menggelar acara pesta pernikahan.

“Sekitar 3 minggu lalu, Pak Joni sudah datang ke tempat saya. Saya sudah katakan resepsi tidak boleh. Hanya akad nikah yang boleh,” kata Trisno.

Lantaran tidak mengindahkan peringatan yang diberikan itu, akhirnya ia terpaksa mengerahkan anggotanya untuk mengambil tindakan tegas.

“Kita tidak pandang bulu, warga biasa atau pejabat. Kalau melanggar yang kita tindak. Ini pembelajaran,” jelas Trisno.

Sementara itu, Kepala BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir saat dikonfirmasi secara terpisah enggan menjawab pertanyaan wartawan.

“Saya sedang pusing sekarang. Jangan tanya-tanya dulu,” kata Joni yang dihubungi via telepon selulernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.