01/12/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Penjelasan Pihak Pembagi Bantuan ‘Nasi Anjing’ di Warakas

2 min read
Penjelasan Pihak Pembagi Bantuan 'Nasi Anjing' di Warakas

LajuBerita – Warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara dihebohkan dengan bantuan makanan siap santap yang diterima selama pandemi Covid-19, yaitu Nasi Anjing.

Hal tersebut dikarenakan makanan yang dibagikan tersebut berlogo kepala anjing disertai tulisan ‘Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting’.

Pihak yang mengaku bertanggung jawab dalam pembagian bantuan makanan itu bernama Andi sudah mengklarifikasi alasannya menggunakan nama ‘Nasi Anjing’.

Dia menyebut, hal itu dilakukan lantaran anjing merupakan hewan yang setia dan porsi yang diberikan lebih banyak dibandingkan nasi kucing yang selama ini sudah banyak dikenal masyarakat.

“Kenapa kita pakai nama nasi anjing? Satu, dikarenakan porsinya lebih besar dari nasi kucing. Yang kedua, dikarenakan anjing itu salah satu binatang yang setia,” kata Andi.

“Jadi kita perlu setia sama Allah, setia sama negara, setia sama Pancasila, setia sama UUD 45, khususnya setia sama bangsa ini yang sama-sama kita lagi kesusahan. Jadi kita mau sama-sama saling bantu,” sambung dia.

Baca Juga : Bandel dan Tidak Taat, Tiga Pemudik Teriak-Teriak Plus Nangis Saat Dikarantina Dirumah Angker.

Andi menegaskan, bahan-bahan yang ia gunakan untuk membuat makanan itu halal. Dia pun memastikan tidak menyediakan daging anjing sebagai lauk dalam nasi bungkus itu.

“Semua bahannya halal. Jadi isinya pasti bukan daging anjing. Isinya daging ayam, cumi asin, orek tempe teri, bakso orek, sama sosis orek,” ungkapnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menerangkan, peristiwa pembagian makanan siap saji itu terjadi di sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad (26/4) dini hari. Pembagian makanan siap santap tersebut, sambung dia, menyebabkan kegaduhan terhadap warga yang menerimanya.

“Warga yang menerima makanan tersebut merasa dilecehkan dengan asumsi bahwa isi dari bungkusan makanan adalah daging anjing serta kenapa warga umat muslim diberikan makanan anjing,” papar Yusri.

Polisi pun kemudian mendatangi lokasi kejadian, memeriksa tiga orang saksi, dan menyita barang bukti berupa makanan siap santap. Tujuannya untuk mengetahui komposisi kandungan dalam makanan yang disiapkan itu.

“Kita juga melakukan pemeriksaan laboratoris, daging apa yang terdapat dalam bungkusan tersebut,” tutur Yusri.

Yusri menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui makanan siap santap itu disediakan dan dikirim oleh salah satu komunitas masyarakat dengan nama ARK Qahal yang berpusat di Jakarta Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.