30/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Pengungsi Di Sleman dan Klaten Terus Bertambah Akibat Dampak Gunung Merapi

2 min read

LajuBerita.news,Yogyakarta – Jumlah pengungsi terdampak aktivitas Gunung Merapi di barak pengungsian Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman semakin bertambah. Sama halnya dengan warga Kecamatan Kemalang di Klaten, juga semakin banyak yang turun mengungsi.

“Pengungsi yang tadinya kelompok rentan 133 jiwa tapi sampai tadi malam pengungsi 177 jiwa,” ujar Panewu Cangkringan, Suparmono saat ditemui wartawan di barak pengungsian Glagaharjo, Minggu (8/11/2020).

“Kalitengah Lor ada 537 jiwa, yang mengungsi 177 artinya masih banyak di atas tapi semua usia produktif,” tambahnya.

Suparmono menyebut penambahan pengungsi itu justru dari usia produktif dan bukan kelompok rentan. Karena baginya, warga masih ada trauma akibat erupsi 2010.

BACA JUGA : Mayat Pria Ditemukan di Kali Bekasi Dievakuasi Petugas

Selain mengevakuasi penduduk, ternak warga juga akan segera dievakuasi, prioritas utama yaitu untuk ternak sapi perah.

“Ternak di Kalitengah Lor total ada 294 sapi. Dari situ ada 95 ekor sapi perah. Sapi perah itu yang jadi prioritas utama dan harus segera diselamatkan,” katanya.

Untuk evakuasi ternak, nantinya akan dipisah antara sapi perah dan pedaging.

“Ada kandang sapi komunal di Padukuhan Singlar dan muat 90 an harapan kami yang sapi perah itu segera dipindahkan ke situ. Untuk sapi pedaging di balai kalurahan. Kita ingin secepatnya,” ujarnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di tiga desa kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi di Klaten. “Ada 67 orang yang ditampung di gedung pemerintah desa yang berasal dari tiga dusun sejak Sabtu (6/11) sore,” ungkap Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu pada wartawan di balai desa, Minggu (8/11/2020).

BACA JUGA : Melawan Petugas Saat Digrebek, Bandar Sabu di Sumsel Terpaksa di Tembak Mati

Sementara itu di gedung pertemuan balai Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, jumlah warga yang dievakuasi menjadi 108 jiwa. Warga dari tiga dusun teratas.

“Jumlahnya ada 108 orang dari Dusun Pajegan, Canguk dan Sumur. Warga jika pagi balik ke rumah dan sorenya kembali ke balai desa,” jelas Kadus 3 Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Siswanto.

Sementara di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang berdasarkan pantauan sementara pukul 11.00 WIB belum ada evakuasi. Warga di desa tersebut masih beraktivitas seperti biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.