24/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Penghina Nabi Muhammad SAW di Facebook Berhasil Ditangkap

2 min read
Penghina Nabi Muhammad SAW di Facebook Berhasil Ditangkap

LajuBerita – Aparat Kepolisian Resor Gresik, Jawa Timur, telah menangkap MSK, diduga telah menghina Nabi Muhammad SAW melalui akun sosial media Facebook.

Tindakan yang dilakukan adalah dengan menunjukkan gambar dan juga berupa kata-kata kasar sebagaimana terdapat dalam postingan medianya.

“Setidaknya Santitelkam dan Satreskrim Polres Gresik telah cepat menangkap pelaku penistaan agama itu. Berdasarkan laporan yang diterima dari salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas), dengan dasar laporan LP/195/IV/2020/JATIM/Res Gresik, tanggal 17 April 2020,” kata Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengkonfirmasi di Gresik, Sabtu.

Kusworo mengatakan, pelaku ditangkap bersama barang bukti berupa KTP, gambar yang diduga bermuatan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, akun FB “Vladimir Roni” serta screenshot gambar percakapan FB antara “Nab Han” dengan “Vladimir Roni” dan telepon genggam yang digunakan pelaku.

“Pada Jumat 17 April 2020 pukul 06.30 WIB di Pergudangan Maspion Romokalisari Surabaya, terlapor menggunakan akun FB ‘Vladimir Roni’ telah memposting gambar yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW pada grup FB ‘Tetap Jokowi’. Dengan adanya postingan itu, kemudian terlapor didatangi FPI Gresik untuk menanyakan kebenaran informasi yang beredar di grup tersebut,” katanya.

Baca Juga : Sudah Mulai Membaik, Mat Solar Kini Gunakan Kursi Roda.

Kusworo juga mengatakan bahwa beliau telah menghina Nabi Muhammad, maka dari perwakilan dan anggota FPI ikut melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gresik.

“Pelaku mengungkapkan alasan memposting gambar tersebut guna menghina salah seorang temannya di facebook. Namun, karena yang bersangkutan adalah anggota FPI yang dianggap oleh terlapor mengejek Jokowi di dalam grup FB,” lanjutnya.

Kendati demikian, terkait dugaan pelaku ternyata mengalami gangguan jiwa. Kusworo mengungkapkan masih akan memeriksanya ke psikolog setempat.

“Akan dibawa ke psikolog pada hari Selasa (21/4) nanti, jika tidak ada halangan. Para warga sekitar, keluarga dan ketua RT juga menyampaikan bahwa pelaku memang mengidap gangguan kejiwaan,” tutupnya.

Kusworo kembali menegaskan, apabila pelaku tersebut terbukti bersalah, maka akan dikenakan Pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 156 huruf a KUHP dengan kurang lebih sanksi pidana selama 6 tahun dan/atau denda Rp1 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.