22/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Pendeta Distrik Hitadipa, Yeremia Tewas Ditembak TNI

2 min read
Pendeta Distrik Hitadipa, Yeremia Tewas Ditembak TNI

LajuBerita – Pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) yaitu Pendeta Yeremia Zanambani, meninggal diduga karena ditembak aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Sabtu 19 September 2020. Pendeta di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua itu diduga ditembak di dekat kandang babi miliknya.

Pendeta Daniel Ronda selaku Ketua Umum Badan Pengurus Pusat GKII mengatakan telah menghimpun informasi ihwal meninggalnya Yeremia.

“Memang diduga oknum TNI melakukan penembakan. Kami mengkonfirmasi berdasarkan laporan di lapangan,” kata Daniel Senin, 21 September 2020.

Menurut Daniel, TNI menggelar operasi di Hitadipa karena sehari sebelumnya seorang aparat TNI dilaporkan ditembak dan senjatanya dirampas. Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria sebelumnya menyatakan anggotanya yang bernama Pratu Dwi Akbar Utomo ditembak oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menghimpun informasi dari para saksi di Hitadipa bercerita, seorang anggota TNI memang terbunuh di Hitadipa pada Jumat pekan lalu, 18 September 2020. Aparat tersebut dibunuh oleh seseorang dengan parang yang kemudian mengambil senjatanya.

TNI kemudian mencari terduga pelaku tetapi tak ketemu. Setelah itu, TNI menemui para pendeta di Hitadipa dan beberapa kali melontarkan kecurigaan kepada mereka. Masyarakat pun diminta untuk angkat kaki dari Hitadipa.

Warga Hitadipa khususnya perempuan dan anak-anak lantas mulai meninggalkan desa sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi. Pada Sabtu siang, tinggal beberapa pendeta saja yang masih tinggal di distrik tersebut.

Baca Juga : Penemuan Mayat Pengusaha Rental Mobil di Dalam Sumur.

Sekitar pukul 16.00, Pendeta Yeremia Zanambani dan istrinya pergi ke kandang babi untuk memberi makan. Kandang babi ini berjarak 250-300 meter saja dari rumah mereka dan tak jauh dari kandang babi terdapat pos penjagaan aparat.

Selepas memberi makan babi, istri Pendeta Yeremia mengajaknya kembali ke rumah lantaran hari mulai gelap dan khawatir akan situasi bahaya. Namun, Yeremia mengatakan ingin membakar ubi terlebih dulu karena lapar.

Setelah sempat berdebat, akhirnya sang istri pulang terlebih dulu ke rumah. Tiba di rumah sekitar pukul 17.30 waktu setempat, sang istri mendengar bunyi tembakan dari arah kandang babi. Istri Pendeta Yeremia lalu memberi tahu para pendeta lain.

Para pendeta sempat marah lantaran Pendeta Yeremia dan istrinya pergi ke kandang babi di tengah situasi bahaya saat itu. Mereka juga menyatakan tak bisa langsung menuju kandang babi untuk melihat kondisi Pendeta Yeremia karena hari sudah gelap. Mereka menyatakan baru akan pergi keesokan harinya.

Namun, istri Pendeta Yeremia langsung menuju kandang babi saat itu juga. Menurut sumber ini, Pendeta Yeremia sudah terbaring karena luka tembak, tetapi masih hidup ketika istrinya tiba.

Pendeta Yeremia masih sempat memberi tahu istrinya bahwa ia didatangi tentara. Mereka diduga kembali melontarkan kecurigaan bahwa Yeremia dan warga Hitadipa yang membunuh aparat TNI pada Jumat lalu. Yeremia lalu mengangkat tangan sembari mengatakan bahwa ia tak melakukan yang dituduhkan. Namun tangannya langsung ditembak.

Minggu pagi, sejumlah pendeta mendatangi lokasi penembakan Pendeta Yeremia. Tokoh Suku Moni itu sudah meninggal ketika itu. Yeremia lalu dibawa kembali ke kampung.

“Kami menghormati dan mengasihi Pak Jokowi, kami menghormati institusi TNI. Tapi ini tidak ada urusan politik, ini semata-mata urusan kemanusiaan,” kata Daniel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.