25/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Penangkapan Sindikat Peredaran Uang Palsu, Ada 6 Orang Tersangka

2 min read

Laju Berita – Uang palsu Rp100 ribu sejumlah Rp16,2 miliar lebih telah berhasil disita polisi dari tangan sejumlah orang yang tergabung dalam beberapa sindikat pemalsu uang antarwilayah. Dari kasus ini juga, polisi meringkus enam orang pengedar yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Penangkapan para tersangka ini diakuinya merupakan pengembangan dari kasus serupa yang pernah ditangani oleh Polres Ngawi.

“Barang bukti lain yang telah diamankan ada satu unit mesin offset, satu unit mesin pres, satu unit mesin pengering, lemari pengering, dua rem kertas putih, lima lembar metrai 6.000 palsu, satu set komputer untuk menggambar uang palsu, dan lainnya,” kata Hartoyo.

Barang bukti uang palsu yang disitanya itu juga ada yang berupa pecahan Rp100 ribu sejumlah Rp9.460.000.000. Kemudian ada juga beberapa uang palsu pecahan Rp100 ribu sejumlah Rp6.693.000.000 yang diamankan dalam kondisi belum dipotong. Sehingga total uang palsu yang diamankan sejumlah Rp16.262.000.000.

BACA JUGA : Pengamen Kesal Hingga Tusuk Warga Karena Tak Dikasih Uang

Kronologis pengungkapan kasus itu berawal saat sejak pertengahan November 2019. Di mana tersangka SGY sedang mempunyai rencana untuk memproduksi uang palsu. Ia lalu menghubungi SYF untuk mencari rumah kontrakan di Jombang untuk dijadikan tempat memproduksi uang palsu tersebut.

Selain itu juga SGY menghubungi tersangka HRDS untuk menyiapkan beberapa gambar atau sablon. Lalu pada april 2020, komplotan tersebut sudah mulai membeli mesin berikut peralatan lainnya untuk mencetak uang palsu secara bertahap.

Pada Mei 2020, tersangka SGY sudah mulai mencetak uang palsu pecahan Rp 100 ribu sejumlah Rp 10 miliar. Dalam pengedaran uang palsu tersebut, tersangka SGY juga bekerja sama dengan tersangka lainnya. Tersangka NSTM di Jakarta mendapat jatah sejumlah Rp 1 miliar. Kemudian tersangka SMJ dan SMD di Jombang mendapat bagian sejumlah Rp 1 miliar. Rencananya uang palsu akan diedarkan dengan cara memasukkan ke dalam mesin ATM Bank.

BACA JUGA : Pengamen Kesal Hingga Tusuk Warga Karena Tak Dikasih Uang

“Ada juga yang sudah dibelanjakan namun belum ada yang berhasil sampai akhirnya uang palsu tersebut disita polisi. Tersangka SGY juga membuat uang palsu hanya untuk mendapatkan penghasilan karena tidak mempunyai pekerjaan tetap dan dulunya pernah bekerja di percetakan,” tegasnya.

Sementara itu juga, Deputi Kepala Perwakilan BI (KPw BI) Provinsi Jawa Timur Imam Subarkah mengatakan, uang palsu yang diproduksi dan berusaha diedarkan para tersangka itu masih bisa dikenali melalui teknik 3D (dilihat, diraba, diterawang).

Menurutnya, uang kertas asli kalau diraba itu merata kasarnya. Sedangkan uang palsu itu walaupun sudah terasa kasar, tapi masih ada beberapa bagian yang tidak kasar.

“Karena kalau uang asli itu kan kasar karena teknik cetak. Tapi kalau ini (uang palsu) bukan karena teknik cetak tapi karena jenis kertasnya yang dipakai,” ujarnya.

Atas kasus ini, para tersangka pun terancam pasal 37 Jo Pasal 27 Undang-Undang RI nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Para tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.