02/03/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Pemkot Surabaya Tutup Dua Pasar Karena Pedagang Terinfeksi Corona

2 min read
Pemkot Surabaya Tutup Dua Pasar Karena Pedagang Terinfeksi Corona

LajuBerita – Pemerintah Kota Surabaya untuk sementara waktu menutup dua pasar ditengah pandemi virus Corona yakni, Simo dan Simo Gunung, Surabaya.

Penutupan dilakukan karena ditemukan salah satu pedagang yang positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

“Telah ditemukan salah satu pedagang yang telah terkena virus Corona dan sudah meninggal dunia,” kata Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Pemkot Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, Kamis (7/4).

Salah satu pedagang yang terinfeksi tersebut, kata Hebi, merupakan pasangan suami istri yang kesehariannya beraktivitas di pasar tersebut. Mereka masing-masing memiliki stand di dua pasar tersebut.

Hebi mengatakan, tak hanya menutup pasar, pihaknya juga akan melakukan tracing terhadap pedagang-pedagang yang memiliki hubungan erat dengan penderita. Mereka pun menjalani rapid test (tes cepat) terhadap sejumlah pedagang yang ada di dua pasar tersebut.

“Nah, yang kita rapid test ini tetangga dari pasar dan sama tetangga rumah. Hari ini kita lakukan rapid test pukul 09.00 WIB. Sambil kita menunggu hasilnya,” kata Agus Hebi.

Ia memaparkan, hari ini di kedua pasar sudah dilakukan rapid test terhadap 20 pedagang di Pasar Simo, 10 pedagang untuk Pasar Simo Gunung dan 10 pedagang tumpahan pasar.

Baca Juga : Mulai Hari Ini , Sanksi Larangan Mudik Telah Berlaku.

Ditambah lagi, sesuai informasi yang kami peroleh dari camat setempat bahwa ada salah satu pedagang tumpahan pasar yang setelah menjalani rapid hasilnya adalah reaktif.

“Kemarin saya dapat info dari pak camat, bahwa pasar yang tumpah ini kemarin di-rapid test ada satu yang positif dan kita tindak lanjuti swab,” urainya.

Oleh karena itu, Hebi menyatakan, sesuai protokol yang ditetapkan, maka kedua pasar tersebut akan di tutup untuk sementara waktu, harus dilakukan karantina wilayah dan isolasi mandiri selama 14 hari. Hal itu, terhitung mulai hari ini 7 Mei – 20 Mei 2020.

“Memang mereka tidak boleh berkativitas di pasar tersebut untuk beberapa waktu ini. Namun tetap masih boleh berdagang. Misalnya online kepada para pelanggannya,” katanya.

Di samping itu pihaknya juga akan mendata para pedagang yang terdampak dan akan bersurat kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, untuk diberikan intervensi berupa bantuan.

“Kita data untuk pedagang yang ada di PD Pasar Surya. Kemudian, warga yang terdampak kita minta kecamatan untuk mendata. Kemudian dikirim ke Dinsos supaya ada intervensi [bantuan] dari pemkot,” ujarnya.

Hingga kini, setidaknya ada tujuh pasar di Surabaya yang dihentikan sementara operasionalnya dalam kurun waktu yang berbeda, yakni Pasar Kapasan, Pusat Grosir Surabaya (PGS), Pasar Gresik PPI, Pasar Kupang Gunung, Pasar Jojoran I, Pasar Simo l, dan Pasar Simo Gunung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.