22/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Pemerintah Menetapkan Batas Usia Minimal Penggunaan Medsos

2 min read
Pemerintah Menetapkan Batas Usia Minimal Penggunaan Medsos

LajuBeritaPemerintah Menetapkan Batas Usia Minimal Penggunaan Medsos (media sosial) mulai dari Facebook, Twitter, maupun Instagram. Bila aturan ini diterapkan, maka pengguna medsos tersebut harus berada di usia minimal 17 tahun.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengusulkan pembatasan usia pengguna medsos tersebut dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP). Usulan tersebut masih dalam pembahasan antara pemerintah dan Komisi I DPR RI.

Semuel Abrijani Pangerapan selaku Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo mengatakan, bila melihat regulasi General Data Protection Regulation (GDPR) batasan di usia 16 tahun. Namun Indonesia nanti akan lebih tinggi lagi.

“Peran orangtua itu penting pada Batas Usia Minimal Penggunaan Medsos ini demi pemanfaatan teknologi digital. Contohnya anak saya saat masih SMP dan belum 13 tahun, namun teman-temannya sudah memiliki akun medsos. Setelah 13 tahun, baru boleh punya akun Facebook dengan syarat orangtua jadi teman pertamanya.” Tutur Semual dalam diskusi virtual “Melindungi Jejak Digital dan Mengamankan Data Pribadi”.

“Nah, dalam RUU nantinya batasannya bukan hanya 13 tahun. Kalau kita lihat pada GDPR batasannya 16 tahun, di Amerika juga sama. Indonesia kita usulkan dalam RUU PDP batasannya 17 tahun. Dibawah usia 17 tahun harus ada consent dari orangtua,” sambungnya.

Baca Juga : Donald Trump Bersedia Meninggalkan Gedung Putih

Dirjen Aptika menekankan bahwa peran orangtua sangatlah penting terhadap anak yang memiliki akun medsos. Sehingga persetujuan orangtua semacam ‘restu’ agar anak yang usianya di bawah persyaratan bisa membukan akun medsos.

“Memang ini sedikit menyulitkan. Mengapa harus dilakukan demikian? Karena jika tidak, nanti akan terputus hubungan anak dengan orangtua. Anak akan memiliki dunia sendiri, dan begitu juga orangtua akan buat dunia sendiri. Hal ini akan berbahaya, karena keluarga merupakan unit terkecil yang perlu kita bina,” tutur mantan Ketua Umum APJII ini.

Pembahasan RUU PDP ini menurut Dirjen Aptika bahwa rancangan aturan tersebut sudah mencapai

“Kami sudah lakukan pembahasan dengan DPR dari 300 DIM, dan sudah terselesaikan separuhnya. Diharapkan tahun ini segera dituntaskan, kalau tidak awal tahun depan,” kata pria yang disapa Semmy ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.