23/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Pembangunan Wisata Pulau Rinca, Komodo Berhadapan Dengan Truk

2 min read
Pembangunan Wisata Pulau Rinca, Komodo Berhadapan Dengan Truk

LajuBerita – Dunia maya beberapa hari ini dihebohkan dengan sebuah foto viral yang memperlihatkan sebuah truk yang berhadapan dengan seekor komodo.

Truk yang tampak membawa tiang pancang itu berkaitan dengan proyek pengembangan wisata pada pulau Rinca, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan pembangunan pada pulau Rinca tengah memasuki tahap pembongkaran bangunan eksisting dan pembuangan puing, pembersihan pile cap, dan pembuatan tiang pancang.

“Sudah dilakukan pemagaran pada kantor direksi, bedeng pekerja, material, lokasi pembesian, pusat informasi, dan penginapan ranger,” kata dia dalam keterangannya, Senin, 26 Oktober 2020.

Kawasan pulau Rinca yang sedang dilakukan pembangunan meliputi: Dermaga Loh Buaya guna meningkatkan kapasitas dermaga yang lama. Kemudian Pengaman pantai untuk akses masuk dan keluar wisatawan ke kawasan tersebut.

Lalu dilakukan juga pembangunan Elevated deck sebagai jalan akses yang menghubungkan dermaga, pusat informasi serta penginapan ranger, guide dan peneliti. Dan juga Pusat informasi yang terintegrasi dengan elevated deck, kantor resort, guest house dan kafetaria.

Baca Juga : Jangan Bawa Anjing Bermain di Taman Jika Tidak Ingin Seperti Ini.

Tak ketinggalan pembangunan penginapan yang dilengkapi dengan pos penelitian dan pemantauan habitat komodo.

Basuki memastikan seluruh proses pembangunan pada kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) itu selalu mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Basuki juga menyampaikan bahwa izin lingkungan hidup atas kegiatan penataan kawasan pulau Rinca sudah terbit pada 4 September 2020 berdasarkan Peraturan Menteri LHK No 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.

Namun demikian, Forum Masyarakat Peduli dan Penyelamat Pariwisata (Formapp) yang merupakan Kelompok sipil Manggarai Barat mengkritik keras masuknya alat berat itu.

Suhartim Karya selaku Ketua Formapp Aloysius berpendapat kendaraan berat itu sudah mengganggu ekosistem komodo. Menurutnya peristiwa tersebut, merupakan kali pertama habitat komodo tercemar oleh deru mesin kendaraan.

Suhartim juga mendesak pemerintah agar segera menghentikan pembangunan tersebut.
“Pembangunan yang sifatnya eksploitasi dan ekstraksi itu haram,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.