01/12/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Pelaku Pembunuh Preman Bertato di Medan Dituntut 20 Bulan Penjara Saja

2 min read

Laju Berita – Seorang pengusaha Mie Aceh Pasar Baru atau Kafe Delicious Mahyudi (32) bersama Agus Salim dan Mursalim dituntut 1 tahun 8 bulan oleh jaksa penuntut umum dimana kasus pemukulan yang berakhir meninggal.

“Yang membuat ringan terdakwa bersifat sopan di persidangan, berterus terang, mempertahankan dan membela diri, menjadi tulang punggung keluarga,” ketus hakim.

Hakim menilai Mahyudi CS telah melanggar pasal 351 ayat 3 KUHPidana.

Sebelumnya Mahyudi CS dituntut Jaksa dengan hukuman 2 tahun 2 bulan penjara.

Mendapatkan vonis tersebut, dua orang wanita, di antaranya istri dan kakak Abadi Bangun histeris dan berteriak-teriak di luar sidang.

BACA JUGA : Darmawan Junaidi Sudah Resmi Menjadi Ditus Baru Bank Mandiri

“Kami tidak terima Pak Hakim, Dan kami tidak menerima suami saya meninggal,” Teriaknya dihadapan majelis hakim.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizky Darmawan Nasution, dijelaskannya perkara ini bermula pada tanggal 29 Januari 2020 dinihari. Korban Abadi Bangun datang ke Delicious Cafe milik terdakwa dan memesan nasi goreng ke warung jualan tersebut.

Pelaku mengambil kayu broti lalu memukul korban Abadi Bangun ke kepala korban Abadi Bangun sehingga korban abadi bangun terjatuh ke aspal, kemudian datang MURSALIN menendang Abadi Bangun secara berulang ke arah wajah dan mengambil parang yang dipegang korban Abadi Bangun lalu saksi Mursalin pergi,” jelasnya.

BACA JUGA : Darmawan Junaidi Sudah Resmi Menjadi Ditus Baru Bank Mandiri

Tak berselang lama datang saksi Hendri Kapri Simorangkir dan membawa korban Abadi Bangun ke RS Siti Hajar. Dan tak lama pihak rumah sakit mengatakan bahwa korban Abadi Bangun sudah meninggal dunia dan tidak sempat diberikan pertolongan.

Ketiganya diberikan vonis 20 bulan penjara dan vonis tersebut tidak masuk akal dan ditepis oleh Direktur Pusat Studi Hukum Pembaharuan Peradilan (PuSHPA) Sumut Muslim Moeis.

Muslim Moeis mengatakan bahwa hukuman tersebut tidak pantas dan harus diperiksa kembali dimana mereka berjualan dan tidak ada niat membunuh. Dimana mereka hanya membela diri.

“Yah intinya harus dikoreksi dan diperiksa kembali pasal yang diberikan kepada terdakwa,” jelas Muslim Moeis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.