28/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Pasutri Buat Laporan Palsu ke Polisi Usai Membunuh dan kubur Anaknya di Lebak

2 min read
Pasutri Buat Laporan Palsu ke Polisi Usai Membunuh dan kubur Anaknya di Lebak

LajuBerita.news – Usai membunuh dan menguburkan anaknya sendiri, pasangan suami istri IS (27) dan LH (26) langsung membuat laporan palsu ke Polsek Setiabudi, Jakarta Selatan. Tulis laporan itu, pasutri bengis ini mengaku kehilangan anak saat bermain.

Kasat Reskrim Polres Lebak AKP David Adhi Kusuma menjelaskan saat membunuh pada tanggal 26 Agustus lalu, pasutri ini tinggal di daerah Larangan, Kreo, Kota Tangerang di sebuah kontrakan. setelah membunuh dan menguburkan anaknya di Kecamatan Cijaku, Lebak, mereka kemudian pindah kontrakan ke Jakarta Selatan dan sempat membuat laporan kehilangan anak di Polsek Setiabudi.

“Mereka pindah kontrakan, anak kembarnya (adik korban) diajak untuk membuat laporan polisi kehilangan,” kata David,Senin (14/9/2020).

BACA JUGA : Hilang 12 Hari, Jenazah Gadis 9 Tahun Ditemukan Membusuk

Laporan itu dibuat pada tanggal 28 Agustus setelah keduanya memakamkan korban anak di TPU Gunung Kendeng. Mereka juga mengajari kembaran korban untuk membuat laporan palsu tersebut.

“Jadi anaknya sempat ditanyakan, anaknya lancar bicara. Pada saat main, terus tiba-tiba kakaknya ini hilang,” ucapnya meniru.

Padahal, kembaran korban ini lanjutnya diajak serta kedua orang tuanya untuk ikut serta menguburkan korban. Mereka menggunakan motor ke Cijaku dan sempat meminjam cangkul ke warga.

Pasangan suami istri ini disinyalir pernah beberapa kali melakukan penganiayaan kepada korban. Hal ini diketahui dari handphone pelaku di mana ada beberapa foto dan video korban yang mengalami luka maupun lebam. Tapi penyiksaan ini tidak ditemukan ke saudara kembar korban.

“Betul sering dianiaya. Kami dapati dari dikomen file di hp-nya pelaku. Bahwa memang korban ini ada beberapa foto mengalami lebam di bagian mata dan bibir,” imbuhnya.

Untuk diketahui, terungkapnya kasus pembunuhan ini berawal dari kecurigaan warga terhadap kuburan misterius di TPU Gunung Kendeng. Warga yang curiga, kemudian menggali dan menemukan jasad di kedalaman setengah meter. Ternyata di sana ada mayat perempuan tanpa identitas lengkap dengan pakaiannya.

“Kita bongkar sama-sama, kita saksikan, apakah ini makam apa, kita baru setengah sudah kelihatan kakinya,” kata Kapolsek Cijaku AKP Zaenudin kepada wartawan pada Sabtu (12/9) lalu.

Jasad bocah itu sendiri sudah dievakuasi ke RS Adjidarmo, Rangkasbitung untuk kepentingan autopsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.