23/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Pasar Tradisional Sulit Dikendalikan Saat Pandemi Covid-19

2 min read
Pasar Tradisional Sulit Dikendalikan Saat Pandemi Covid-19

LajuBerita – Pemprov DKI saat ini tengah melakukan rapid test dan swab secara bersamaan di sebuah pasar-pasar tradisional yang berada di kota Jakarta.

Hasilnya, masih ada temuan kasus positif Covid-19 di tempat tersebut yang semakin marak-maraknya dan tidak ada habisnya.

Anies mengungkapkan kasus-kasus baru yang sempat heboh di media sosial hanya beberapa kasus saja, Untuk itu, kondisi ini tidak mencerminkan keadaan pasar tradisional DKI secara keseluruhan.

“Itu tadi saya baru katakan, kita punya 153 pasar, kadang-kadang kalau berita 1 kasus 1 hari ramai gitu. Kita juga harus melihat keseluruhan, dan secara umum (pasar) yang harus terkendalikan” kata Anies di DPRD DKI yang disiarkan Youtube Berita Jakarta, Senin (22/6/2020)

Meski begitu, Anies juga mengakui pasar-pasar tradisional adalah tempat yang paling kompleks alias sangat rumit dalam pengendalian terutama saat pandemi. Diketahui, beberapa waktu yang lalu para pedagang di sejumlah pasar sempat menilah adanya penerapan ganjil-genap.

“Tapi benar, pasar itu salah satu yang paling kompleks pengendaliannya,” ungkapnya.

Baca Juga : Empat Pejudi Sabung Ayam Ditangkap Polisi di Sidoarjo, Satu Diantaranya Reaktif Rapid Test.

Bedasarkan data yang diterima, Anies menyebut penularan Covid-19 selamat PSBB transisi terkendali sehingga masa transisi bisa dilanjutkan.

“Saya juga terima report evalusi dari tim Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Mereka yang juga lakukan monitoring. Pagi ini hasilnya alhamdulillah, hasilnya transisi bisa dilanjutkan, penularan terkendali,” kata Anies.

Sudah Terkendali

Anies juga menyatakan, pengendalian penularan ini berjalan cukup baik dengan adanya terjun langsung tracing kasus dan pengetesan.

Meski sekarang ini jumlah temuan kasus positif DKI masih bertambah, namun menurutnya hal itu karena DKI aktif mencari atau tracing dan melakukan tes pada masyarakat

“Dulu yang dites yang lapor sakit, sekarang kita keluar terjun lakukan tracing dan tes dan kita temukan orang terpapar. Kita temukan lebih banyak lagi terpapar karena kita aktif mencari,” jelasnya.

Diketahui DKI menerapkan masa transisi hingga akhir Juni 2020. Transisi itu bisa dicabut sewaktu-waktu apabila ditemukan peningkatan kasus covid secara tajam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.