24/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Partai NasDem Meminta Agar PSBB di Jakarta Jangan Terlalu Lama

2 min read
Partai NasDem Meminta Agar PSBB di Jakarta Jangan Terlalu Lama

Partai NasDem Meminta Agar PSBB di Jakarta Jangan Terlalu Lama – PSBB ketat di DKI Jakarta kembali diberlakukan karena semakin maraknya korban akibat virus Covid-19. Akan tetapi salah satu partai politik yaitu partai NasDem mengklaim bahwa kasus Covid-19 di DKI Jakarta sudah mulai melambat dan masyarakat sudah mulai patuh dengan protokol kesehatan.

“Memang benar terjadi penurunan (kasus Corona) yang cukup signifikan karena tingkat kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan juga mulai bertambah. Disamping itu sekarang masyarakat juga takut dengan sanksi sosial yang sangat ketat jika tidak memakai masker,” kata Bendahara F-NasDem DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter kepada wartawan, Minggu (27/9/2020).

Bendahara partai NasDem ini menilai bahwa PSBB ketat tidak perlu diberlakukan terlalu lama, karena penurunan jumlah pasien Covid-19 di Indonesia sudah menurun.

“Menurut saya sangat tepat, tapi tidak boleh terlalu lama juga PSBB seperti ini. Di negara lain PSBB ketat hanya 1 bulan, setelah itu kebijakan ekonomi harus didorong. Karena jika PSBB terlalu lama juga tidak akan efektif untuk menekan lajunya Corona,” ujarnya.

( Baca Juga : Face Shield Menurut Ilmuwan Jepang Sama Sekali Tidak Berguna Untuk Covid-19 )

Dan ia juga mengatakan bahwa jika PSBB ketat terlalu lama maka banyak masyarakat akan kehilangan pekerjaannya dan ekonomi dari masyarakat akan semakin memburuk, hal tersebut bisa mengakibatkan masyarakat menjadi stress dan depresi, yang dimana dapat mengakibatkan lemahnya imun tubuh seseorang dan bisa gampang terjangkit virus Covid-19.

“Jadi (penanganan) Corona dan ekonomi harus beriringan. Ekonomi harus tetap berjalan, restoran harus buka, tempat usaha juga harus tetap buka,” lanjut dia.

Dari data yang ada, kasus aktif COVID-19 pada 12 September hingga 23 September 2020 sebesar 12 persen. Angka tersebut mengalami penurunan bila dibanding kasus aktif yang terjadi pada 30 Agustus hingga 11 September 2020 sebesar 49 persen.

“Peningkatan kasus aktif di Jakarta melambat dari 49% menjadi 12% sejak Gubernur Anies Baswedan mengambil keputusan menarik rem darurat dan kembali memberlakukan PSBB ketat sejak 14 September lalu,” tulis akun Instagram Pemprov DKI Jakarta seperti dilihat LajuBerita, Sabtu (26/9).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.