02/12/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Pajak Mobil Baru 0% Ditolak Kemenkeu Sri Mulyani

2 min read
Pajak Mobil Baru 0% Ditolak Kemenkeu Sri Mulyani

LajuBerita – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sri Mulyani Indrawati secara tegas menyebut tidak akan membebaskan pajak atau memberikan pajak 0% untuk pembelian mobil baru.

Menurut Sri Mulyani dalam kurun waktu yang bisa dikatakan dekat ini, belum ada pembahasan lebih mengenai hal tersebut.

Sri Mulyani menolak usulan yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Belum ada pertimbangan untuk memberikan pajak mobil baru sebesar 0% seperti yang disampaikan oleh Kementerian Perindustrian,” kata Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Oktober 2020 yang disiarkan lewat Youtube Kemenkeu, Senin 19 Oktober 2020.

Menteri Keuangan ini merasa sudah memberikan dukungan kepada industri berupa beberapa insentif. Dan pihaknya akan mengevaluasi seluruh insentif yang sudah diberikan agar tetap menimbulkan keadilan.

Baca Juga : Ini 3 Alasan UMP Tahun 2021 Bisa Lebih Kecil Dari Tahun 2020.

“Kita akan terus memberikan dukungan kepada sektor industri keseluruhan melalui insentif-insentif yang sudah kita berikan. Setiap insentif yang sudah kita berikan akan kita evaluasi secara lengkap, sehingga jangan sampai memberikan sisi negatif ke kegiatan ekonomi yang lain,” ucapnya.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) Yohannes Nangoi merasa tak mengusulkan pajak 0% untuk pembelian mobil baru yang ditolak oleh Sri Mulyani. Yohannes menjelaskan bahwa yang diusulkan oleh pihaknya adalah relaksasi atau keringanan pembayaran Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 50% melalui Kemenperin.

“Jadi yang kita usulkan adalah relaksasi bukan untuk semua pajak, hanya salah satu pajak yaitu yang PPnBM, menjadi 50% saja,” kata Yohannes.

“Saya tidak pernah mengusulkan ke Kementerian Keuangan. Saya bicaranya dengan Kementerian Perindustrian. Makanya saat semua orang teriak-teriak wartawan tulis 0% saya juga nggak ngerti,” paparnya.

Yohannes menegaskan pihaknya tidak meminta bantuan pemerintah yang macam-macam. Pelaku industri otomotif hanya ingin mendapatkan keringanan pembayaran pajak.

Menurutnya, karena dengan memberikan diskon pajak mobil baru tersebut tidak lantas membuat negara dirugikan. Sebab, penurunan PPnBM bisa meningkatkan penjualan mobil dibandingkan kondisi saat ini. Artinya kontribusi pajak ke pemerintah bisa lebih besar walaupun jika dihitung per unit mobil berkurang 50%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.