26/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Orang Terkaya di Indonesia Budi Hartono Kirim Surat ke Presiden Jokowi

2 min read
Orang Terkaya di Indonesia Budi Hartono Kirim Surat ke Presiden Jokowi

LajuBerita – Budi Hartono pemilik Djarum Group yang juga merupakan orang terkaya di Indonesia, mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo.

Surat tersebut berisi mengenai tanggapannya atas rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kembali akan menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

Surat itu diunggah dalam postingan Instagram Peter F Gontha, yang merupakan Mantan Duta Besar Polandia. Peter mengatakan kalau Budi Hartanto mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi pada bulan ini.

“Surat Budi Hartono orang terkaya di Indonesia kepada Presiden RI September 2020,” tulis @petergontha pada 12 September 2020. Peter melampirkan surat Budi Hartono itu pada dalam 6 slide.

Dalam surat tersebut, Budi Hartono memberikan masukan terkait dengan adanya rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan memberlakukan kembali PSBB pada Senin 14 September 2020.

Mengingat sebelumnya Anies menyebutkan PSBB kembali diberlakukan dikarena semakin besarnya kasus positif Covid-19 di di DKI Jakarta dan kapasitas rumah sakit di DKI Jakarta akan mencapai maksimum kapasitasnya dalam jangka dekat.

Baca Juga : Sekda DKI Jakarta Saefullah Dikabarkan Positif Virus Corona.

Budi Hartono menilai bahwa keputusan memberlakukan PSBB lagi kurang tepat. Menurut Budi PSBB tidak efektif guna menurunkan tingkat pertumbuhan infeksi di Jakarta.

“Walaupun pemerintah DKI Jakarta sudah memberlakukan PSBB di Jakarta, namun tingkat pertumbuhan infeksi tetap masih naik.” demikian tertulis dalam surat Budi Hartono.

Menurut Budi Hartono, dengan atau tidak diberlakukannya PSBB lagi, kapasitas rumah sakit juga tetap akan mencapai maksimum kapasitasnya karena pemerintah daerah atau pemerintah pusat harus terus menyiapkan tempat isolasi mandiri untuk menangani lonjakan kasus.

Budi menyarankan agar pemerintah Indonesia dapat meniru Singapura dengan membangun rumah sakit darurat di Port Singapore. Dibangun RS kontainer isolasi yang ber-AC untuk mengantisipasi lonjakan dari kasus yang perlu mendapatkan penanganan medis.

“Fasilitas RS seperti itu bisa diadakan dan dibangun dalam jangka waktu singkat yaitu kurang dari 2 minggu karena memanfaatkan container yang tinggal dipasang AC dan tangga,” kata Budi yang juga pemilik Bank BCA ini.

Namun masih beberapa langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk mengendalikan laju peningkatan infeksi di Indonesia pada umumnya, dan DKI jakarta pada khususnya. Budi Hartono menyampaikan sedikitnya empat langkah perbaikan, yakni:

1. Penegakan aturan dan memberikan sanksi-sanksi atas tidak disiplinnya sebagian kecil masyarakat kita dalam kondisi new normal. Tugas untuk memberikan sanksi atau hukuman tersebut adalah tugas kepada daerah dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta.

2. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harusnya dapat meningkatkan kapasitas isolasi masyarakat sehingga tak melebihi kapasitas maksimum ICU di Jakarta.

3. Pemerintah harus melaksanakan tugas dalam hal isolasi, testing, tracing dan treatment. Sejauh ini masih banyak kekurangan dalam hal isolasi dan contact tracing.

4. Perekonomian juga tetap harus dijaga sehingga aktivitas masyarakat yang menjadi motor perekonomian dapat terus terjaga, kesinambungan kehidupan masyarakat kita juga akan terjaga hingga pandemi berakhir.

“Berdasarkan beberapa riset lembaga survei, masyarakat akan lebih takut kehilangan pekerjaan serta kelaparan daripada ancaman penularan Covid-19,” kata Budi Hartono.

“Di mana masyarakat rata-rata di atas 80% tidak menghendaki adanya PSBB kembali.” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.