30/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Ojek Online Kesulitan Modal Karena Beralih ke Layanan Pesan Antar

2 min read

Laju Berita – Layanan Ojol (Ojek Online) dilarang angkut penumpang selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan di Jakarta, sebagai upaya memutus rantai penularan virus corona (Covid-19).

Pengendara Ojol (Ojek Online) di Jakarta mau tidak mau harus beralih ke layanan pesan antar.

Namun, yang jadi kendala tidak semua dari mereka cukup modal.

Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium Nasional Gabungan Roda Dua (Garda). Igun Wicaksono, mengomentari soal penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta terhadap penghasilan Ojol (Ojek Online).

“Terus terang 70-80 % Ojol (Ojek Online) di Jabodetabek memiliki sumber pendapatan dari angkut penumpang. Sedangkan untuk beralih ke pengantaran barang butuh modal,” kata Igun di Jakarta, Jumat (10/4/2020), sebagaimana dikutip Antara.

Modal yang dimaksud adalah dana pribadi untuk membeli pesanan konsumen berupa makanan atau barang belanjaan.

Sementara tidak semua pengendara Ojol (Ojek Online) memiliki dana pribadi untuk beralih dari pengantaran penumpang ke barang.

Igun keberatan dengan adanya kebijakan penutupan pengangkutan penumpang di seluruh aplikasi layanan imbas pemberlakuan PSBB mulai hari ini.

BACA JUGA : Gubernur Anies Melakukan Pengecekan Jalanan Ibukota, PSBB Pertama

Menurut dia, kebijakan itu belum diiringi kompensasi yang jelas terhadap nasib pengendara ojek daring.

“Salah satu tuntutan kami ke pemerintah yaitu kompensasi selama PSBB senilai Rp100 ribu per hari untuk mengganti pendapatan kami selama mengangkut penumpang serta memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Igun.

Pengendara Ojol (Ojek Online), Ricky Riyandi Hermawan (38) mengaku tidak mempersoalkan penutupan akun pengangkutan penumpang.

“Saya memang sudah setahun terakhir fokus pada layanan Go-Food, Go-Shop, Go-Send dan Go-Mart, jadi tidak begitu terpengaruh penutupan aplikasi Go-Ride,” kata dia.

Ricky mengatidakan, permintaan konsumen terhadap jasa antar barang sejak Jumat pagi justru meningkat hingga 70 % dari hari normal.

“Saat situasi normal biasanya saya cuma dapat satu atau dua kali permintaan antar barang, tapi dari pagi tadi saya sudah antar sepuluh kiriman barang,” kata Ricky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.