30/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Novel Tidak Terima Matanya Buta Disebabkan Oleh Air Aki

2 min read

Laju Berita – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak terima dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyatakan bahwa cairan yang disiram ke wajahnya adalah air aki. Dalam dakwaan tersebut adalah cairan asam sulfat (H2SO4).

Begitulah yang disampaikan Novel saat menjadi saksi dalam persidangan lanjutan kasus penyiraman air keras di Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang dilakukan secara online melalui video teleconference, Kamis (30/4).

“Saya sangat tidak terima ada yang menyebut air aki,” kata Novel.

Penyidik senior ini yakin bahwa cairan tersebut yang disiram ke wajahnya novel saat itu bukan air aki. Sebab, kata dia, saat pertama kali disiram cairan itu seketika membuat kedua matanya menjadi putih.

BACA JUGA : Presiden Minta Kartu Pra Kerja Lebih Di Prioritas Kepada Korban PHK

“Itulah yang disampaikan orang-orang yang ada di sekitar saya dan dokter pada saat saya datang ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading (usai peristiwa penyiraman),” ujarnya.

Ia menambahkan, akibat penyiraman cairan tersebut juga membuat matanya rusak. Bahkan, mata kirinya tidak melihat sama sekali.

“Sampai saat ini pun mohon maaf saya tidak melihat wajah Yang Mulia. Bahkan, posisi badan Yang Mulia saya tidak melihat. Dokter dari Singapura mengatakan bahwa mata saya tidak akan bisa diobati dan saya melihatnya dengan alat bantu,” tuturnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya yaitu Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, melakukan penganiayaan berat dan terencana. Perbuatan itu berupa penyiraman cairan asam sulfat (H2SO4) ke wajah Novel.

Perbuatan terdakwa membuat Novel mengalami luka berat. Novel mengalami hambatan dalam menjalankan pekerjaan, kerusakan pada selaput bening (kornea) mata kanan dan kiri. Luka itu berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indra penglihatan.

Atas perbuatannya ini, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1. KUHP dan Pasal 353 ayat (2), KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. serta Pasal 351 ayat (2) Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.