24/11/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Mulai Senin Semarang Terapkan PKM Lawan Corona

2 min read

Laju Berita – Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah menerapkan status Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Peraturan PKM diterapkan berdasarkan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 28 tahun 2020. Penerapan PKM akan dimulai sejak Senin (27/4).

“PKM dan PSBB sangatlah beda. PKM kita pilih sebab PKM masih memberi ruang bagi masyarakat berkegiatan, namun dengan kontrol yang ketat. Kegiatan ekonomi tidak berhenti total,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Minggu (26/4).

Dalam penerapan PKM, Pemkot Semarang akan melibatkan seluruh unsur masyarakat termasuk Polri dan TNI untuk menjaga dan melakukan patroli.

Mekanisme status PKM memberitau beberapa poin terkait pembatasan kegiatan di luar rumah. Antara lain penghentian kegiatan di sekolah, pembatasan kegiatan di tempat kerja, tempat ibadah, tempat umum, serta pembatasan kegiatan sosial budaya, dan pergerakan orang melalui moda transportasi.

BACA JUGA : Rapid Test Warga Positif Corona Nekat Jadi Imam Di Masjid

Terkait dengan adanya penghentian kegiatan di sekolah/institusi pendidikan lainnya, disarankan untuk dapat beralih menjadi pembelajaran jarak jauh dari tempat tinggal masing-masing, menggunakan media yang paling efektif. Sedangkan aktivitas pekerjaan, setiap institusi atau perusahaan diminta untuk mengatur jam kerja pelayanan dan jumlah pekerja yang masuk.

Sementara terkait pembatasan kegiatan keagamaan, Pemerintah Kota Semarang meminta masyarakat untuk mengikuti imbauan atau fatwa lembaga maupun tokoh agama. Pemerintah Kota Semarang juga akan menutup sementara semua tempat hiburan dan tempat wisata selama pemberlakuan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Sedangkan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan sektor informal yang menggunakan fasilitas umum berupa ruang terbuka publik masih diberi keleluasan, namun dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 14.00 sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Sementara itu, tempat usaha berupa pasar tradisional, toko modern dan restoran/kafe diperbolehkan buka dengan jam buka toko modern dari jam 07.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB. Sedangkan Restoran diperbolehkan buka dari jam 11.00 sampai dengan pukul 20.00 WIB, sementara di atas pukul 20.00 WIB hanya melayani pesan antar atau take away. Dan secara khusus ketiganya juga diwajibkan melakukan disinfeksi secara berkala.

BACA JUGA : Rapid Test Warga Positif Corona Nekat Jadi Imam Di Masjid

Terkait modal transportasi umum, mereka juga akan dibatasi kecuali untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan kesehatan. Izin juga dibolehkan untuk angkutan truk barang untuk keperluan distribusi bahan baku industri manufaktur dan assembling.

Angkutan truk barang untuk keperluan ekspor dan impor, angkutan truk barang dan bus untuk keperluan distribusi barang kiriman (kurir servis, titipan kilat, dan sejenisnya) juga diperbolehkan.

Izin juga diberikan untuk angkutan bus jemputan karyawan industri manufaktur dan assembling, layanan kebakaran, layanan hukum dan ketertiban. Layanan kebersihan dan layanan darurat, serta operasi kereta api, bandar udara dan pelabuhan (termasuk bandar udara dan pelabuhan TNI/POLRI).

Secara rinci disebutkan, moda transportasi umum dan moda transportasi barang diwajibkan untuk mengikuti ketentuan pembatasan 50 persen dari kapasitas angkutan. Pembatasan jam operasional mulai dari pukul 04.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB. Pembatasan ini dikecualikan untuk taksi dan ojek, namun tetap menerapkan protokol kesehatan terhadap petugas dan penumpang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.