20/10/2020

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Menurut Sri Mulyani Indonesia Kemungkinan Besar Akan Masuk Resesi

2 min read
Menurut Sri Mulyani Indonesia Kemungkinan Besar Akan Masuk Resesi

LajuBerita – Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan menyampaikan skenario terburuk pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 0% sampai -2% pada kuartal III 2020.

Hal tersebut berarti Indonesia akan masuk jurang resesi karena mengalami pertumbuhan negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

Sri Mulyani mengatakan proyeksi negatif tersebut diperkirakan terjadi karena pemerintah melihat aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha yang mulai pulih sejak Juni 2020 ternyata belum cukup kuat untuk berlanjut di kuartal III.

Beberapa sektor usaha terlihat ada yang sudah berbalik positif, namun terdapat juga usaha yang justru kembali negatif seperti masa pertengahan pandemi di dalam negeri.

Sri Mulyani menyampaikan dalam konferensi pers virtual APBN KiTa, di kuartal III down side-nya dan tetap menunjukkan suatu risiko yang nyata. Sehingga untuk kuartal III terlihat outlook-nya antara 0% hingga -2%. Prediksi tersebut karena adanya pergeseran dari pergerakan yang terlihat belum sangat solid, meskipun ada beberapa yang sudah positif.

Baca Juga : Ridwan Kamil dan Anies Beda Pendapat soal Pembukaan Bioskop.

Pertumbuhan negatif pada kuartal III mungkin terjadi menurut Bendahara Negara karena tingkat konsumsi masyarakat masih lemah walaupun telah mendapat BANSOS dari pemerintah.

“Tak hanya dari bansos saja untuk mengungkit konsumsi agar mendekati 0% kalau kelas menengah dan atas belum recovery belanja konsumsinya. Kalau hanya dari bansos, growth tinggi, tapi tetap tidak bisa mengembalikan fungsi konsumsi,” jelasnya.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu melihat selain karena konsumsi masyarakat, kontribusi investasi juga belum maksimal. Pada kuartal II, pertumbuhan investasi terkontraksi 8,61%, sehingga harus ditingkatkan. Jika kita tidak ingin ekonomi kembali minus pada kuartal III.

Menurut Sri Mulyani kuncinya adalah konsumsi dan investasi. Karena jika konsumsi dan investasi masih di negative zone, meskipun pemerintah sudah all out dari segi belanja, tetap akan sangat sulit untuk masuk di dalam zona netral di nol persen di tahun 2020.

Sebelumnya, ekonomi Indonesia sudah terkontraksi 5,32 % pada kuartal II. Jika ekonomi di kuartal III kembali minus, maka Indonesia akan menyusul beberapa negara, seperti Singapura, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat ke jurang resesi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.