26/01/2021

LAJU BERITA

Kumpulan berita viral terkini, berita viral terbaru, berita viral, berita terbaru di indonesia, berita seputar indonesia, berita terbaru

Menteri Sosial Juliari Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka Korupsi Bansos Covid-19

2 min read
Menteri Sosial Juliari Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka Korupsi Bansos Covid-19

LajuBerita – Menteri Sosial Juliari Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka Korupsi Bansos Covid-19. Tak hanya Menteri Juliari Peter Batubara, lembaga antirasuah juga menetapkan 4 orang lainnya sebagai tersangka korupsi program bantuan sosial penanganan virus corona (Covid-19).

“KPK telah menetapkan 5 orang sebagai Tersangka Korupsi Bansos Covid-19 ini. JPB (Juliari P. Batubara), MJS, AW sebagai penerima. AIM, HS sebagai pemberi.” ujar Firli, Minggu 6 Desember dini hari.

4 tersangka dalam kasus ini antara lain, Matheus Joko Santoso yang merupakan pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) dan Adi Wahyono, serta dari pihak swasta yaitu Ardian I M dan Harry Sidabuke.

Kasus korupsi Bansos ini terbongkar lewat operasi tangkap tangan terhadap enam orang. Keenam orang yang diamankan antara lain Matheus, Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama Wan Guntar, Harry, Ardian, dan Sanjaya pihak swasta, serta Sekretaris di Kemenso Shelvy N.

Baca Juga : KPK Melakukan OTT Pejabat Kemensos atas Bansos Covid-19

Dalam operasi tersebut, tim penindakan KPK turut mengamankan barang bukti berupa uang sekitar Rp14,5 miliar yang terdiri dari pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura. Uang tersebut disiapkan Ardian dan Harry dan disimpan dalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil.

Firli mengatakan disepakati fee sebesar Rp10.000 per paket bansos yang diduga diterima Juliari. Pada pelaksanaan bansos paket sembako periode pertama diduga fee yang diterima Rp12 miliar dan diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari melalui Adi sekitar Rp8,2 miliar.

Fee yang diterima selanjutnya dikelola oleh orang kepercayaan Juliari yaitu Eko dan Shelvy untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi politikus PDIP tersebut.

Pada periode kedua pelaksanaan bansos paket sembako, uang fee yang terkumpul sekitar Rp8,8 miliar. Fee tersebut merupakan kumpulan dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020. Diduga yang sejumlah juga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.